Fahira: Melihat Kondisi Saat Ini, Pendidikan Agama Harusnya Ditambah

0
50
sekolah dasar, kelas
Ilustrasi sekolah dasar.

JAKARTA – Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang membidangi soal pendidikan dan keagamaan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklarifikasi secara resmi pernyataannya yang menyatakan akan menghilangkan pendidikan atau mata pelajaran agama di dalam kelas karena siswa akan mendapatkan pendidikan agama di luar kelas mulai dari Madrasah Diniyah, masjid dan tempat ibadah lainnya.

Kebijakan ini, seiring dengan diberlakukannya kebijakan sekolah lima hari di mana kegiatan belajar mengajar juga akan dilakukan di luar sekolah.

“Wacana ini (penghapusan pendidikan agama di dalam kelas) simpang siur, padahal ini sensitif. Kami meminta Mendikbud segera mengklarifikasinya secara jelas dan komprehensif. Jangan sampai ini jadi kegaduhan baru,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris, dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Rabu (14/6).

“Kalau melihat kondisi bangsa saat ini, harusnya pendidikan agama ditambah, baik sebagai mata pelajaran wajib di dalam kelas maupun sebagai kegiatan belajar mengajar di luar kelas atau ekstra kurikuler,” imbuhnya.

Fahira mengungkapkan, setiap kebijakan pendidikan di Indonesia harus merujuk kepada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional di mana poin pertama dari 13 strategi pembangunan pendidikan nasional yaitu pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia.

Kemudian diikuti strategi lainnya yakni pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dan strategi lainnya.

“Artinya, pendidikan agama merupakan bagian tak terpisahkan dari pembaharuan dan pembangunan pendidikan nasional,” tegasnya.

Dengan demikian, kata Fahira, tidak mungkin pendidikan agama di dalam kelas dihapuskan karena akan bertentangan dengan undang-undang.

Menurut Fahira, inisiatif menjadikan pendidikan agama sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler mulai dari madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al Quran dan kitab suci lainnya sangat baik.

“Namun, bukan berarti pelajaran agama di dalam kelas jadi dihilangkan. Malah pendidikan agama di dalam kelas menjadi penguat kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sehingga nilai-nilai agama jadi pondasi anak-anak kita,” jelas Senator Jakarta ini.

Malah seharusnya, lanjut Fahira, melihat kondisi bangsa saat ini, di mana terdapat anak-anak usia sekolah yang melakukan tindakan tidak terpuji terhadap ritual agama lain terutama di media sosial, Mendikbud harus segera memformulasikan pengayaan sistem pendidikan agama.

Pengayaan tersebut, lanjut Fahira, harus mampu menjadikan peserta didik menjadi pribadi bertakwa dan berakhlak mulia, menjadi manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.

“Termasuk metode pengajarannya. Guru agama tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran yang akan disampaikan akan tetapi juga harus menggunakan metoda dan teknik yang tepat sehingga para peserta didik tetap kondusif dan menyenangkan,” pungkas Fahira. (IwanY)

Komentar

BACA JUGA
Banjar Banjir

BNPB: Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Jawa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di Jawa. "Banjir...
Kapal Win Long

Petugas Belum Temukan Narkoba dari Kapal Win Long

KARIMUN, SERUJI.CO.ID - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea Cukai hingga Sabtu (24/2) petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Menristekdikti: Boleh Eksplorasi Tetapi Jangan Rusak Lingkungan

SOLO, SERUJI.CO.ID - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Muhammad Nasir menyatakan kalangan industri boleh mengeksplorasi sumber daya alam tetapi jangan sampai merusak...

Menteri Rini Minta BUMN di Daerah Bersinergi

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meminta seluruh perwakilan Badan Usaha Milik Negara di daerah dapat meningkatkan sinergi untuk memberikan...

32 Orang Palestina Cedera Dalam Bentrokan Dengan Tentara Israel

KOTA GAZA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 32 orang Palestina cedera dalam bentrokan yang terjadi antara tentara Israel dan demonstran Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan...
loading...
Screenshot_20180224_173119

PKS Targetkan 5 Kursi di DPRD Pasaman Barat

SIMPANG EMPAT - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pasaman Barat menargetkan ada kenaikan perolehan kursi DPRD dari 3 kursi pada Pileg 2014...
IMG_20180224_161218

Muslim M Yatim Maju Ke DPD RI

SIMPANG EMPAT - M Muslim Yatim mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI periode 2019–2024 setelah 3 periode duduk sebagai anggota DPRD Prov Sumatera Barat...
KH. Luthfi Bashori

Shalat Tasbih

Dari shahabat Abdullah bin Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW mengajari Sayyidina Abbas bin Abdil Mutthalib RA : `Wahai Abbas, Wahai pamanda, maukah engkau aku...