Berhasil Kembangkan Literasi, Sidoarjo Terima Anugerah Literasi Prioritas

JAKARTA – Kabupaten Sidoarjo menerima Anugerah Literasi Prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penghargaan ini diberikan atas prestasi pemerintah kabupaten Sidoarjo menjalankan program kreatif dan inovatif dalam bidang literasi.

Sidoarjo menerima penghargaan Anugerah Literasi Prioritas bersama dengan 18 kota/kabupaten lainnya. Beberapa dari kabupaten/kota tersebut bahkan telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten/kota literasi. Program unggulan mereka antara lain menganggarkan APBD dan membuat Peraturan Bupati/Wali Kota serta Surat Edaran Dinas Pendidikan yang mendukung penerapan literasi sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah (pemda) yang menerima Anugerah Literasi Prioritas. Ia mengatakan, jika pemerintah daerah bisa benar-benar menggerakkan literasi di sekolah, maka hasilnya akan luar biasa, akan ada perubahan yang signifikan di dunia pendidikan dan generasi masa depan.

“Lulus atau tidaknya kabupaten/kota terhadap literasi itu bergantung kepada pemda, maka kami (Kemendikbud) berterima kasih atas inisiatif dari bupati, ibu dan bapak kepala dinas pendidikan dalam menyukseskan gerakan literasi,” ujar Hamid saat acara pemberian penghargaan Anugerah Literasi Prioritas di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Senin (20/3).

Penghargaan Anugerah Literasi Prioritas merupakan kerja sama antara Kemendikbud dengan USAID Prioritas dalam memberikan apresiasi kepada pemda yang mendukung gerakan literasi di sekolah. Hadir dalam acara penganugerahan tersebut, Bupati/Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan dari 19 kabupaten/kota, pejabat eselon I di lingkungan Kemendikbud, personel Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah, dan Direktur serta perwakilan USAID Prioritas.

Ketua Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pangesti Wiedarti, berharap penganugerahan tersebut dapat dikembangkan menjadi penghargaan Adiliterasi. “Ketika Adipura merepresentasikan kesehatan lingkungan dan itu merupakan upaya Indonesia Sehat, Adiliterasi akan menjadi representasi dari Program Indonesia Pintar,” katanya.

Sementara itu Stuart Weston, Direktur USAID Prioritas, mengungkapkan kesuksesan budaya baca di sekolah terletak pada inisiatif pemda dan sekolah, sehingga terdapat kreativitas yang berbeda-beda untuk memunculkan minat dan motivasi membaca bagi para siswa.

“Pihak sekolah dan kabupaten mempunyai ide sendiri dan saling belajar untuk sukseskan budaya baca. Sehingga kreativitas dan karaktersitik masing-masing daerah dapat memunculkan social preassure bagi daerah lain untuk mau ikut serta bergerak dan melakukannya di daerah mereka,” tuturnya.

Stuart mencontohkan, inisiatif terlihat pada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Di sana terdapat enam jam jarak tempuh yang harus dilalui pihak sekolah untuk mencapai toko buku di Banda Aceh. “Pihak pemda mampu membeli buku karena mempunyai dana BOS dan APBD, tapi jarak yang jauh menjadi kesulitan mereka, sekitar enam jam. Dengan kemauan dan inisiatif sekolah, mereka mencari buku sendiri ke Banda Aceh,” ujarnya.

Ke-19 kabupaten/kota penerima Anugerah Literasi Prioritas yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya (Aceh), Kabupaten Bireuen (Aceh), Kabupaten Labuhanbatu (Sumatera Utara), Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Tangerang (Banten), Kota Cimahi (Jawa Barat), Kabupaten Bandung Barat (Jawa Barat), Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Banjarnegara (Jawa Tengah), Kabupaten Demak (Jawa Tengah), Kabupaten Sragen (Jawa Tengah), Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur), Kabupaten Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan).

EDITOR: Iwan S

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Lima Ide Outfit Kondangan Padu Padan Celana dan Atasan

Ide outfit kondangan memakai celana ini bisa jadi andalan bagi anda yang anti ribet.