Ustadz Firanda: Radikalisme dan Terorisme Itu Salah Kaprah Memahami Agama

0
188
Ustadz Firanda Andirja

MATARAM – Munculnya faham radikalisme dan terorisme di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia disebabkan oleh salah kaprah oknum terentu dalam memahami ajaran agama. Demikian disampaikan oleh Ustadz Firanda Andirja di hadapan ribuan jamaah pengajian yang hadir di Masjid Aisyah, Lawata, Mataram Nusa Tenggara Barat, Ahad (16/7).

Menurut ulama jebolan Universitas Islam Madinah itu, radikalisme dan terorisme adalah buah dari kerancauan berfikir. Radikalisme dan terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam.

“Islam tidak pernah mengajarkan demikian. Bahkan Islam melarang kita untuk bersikaf ghuluw (ekstrim) dalam memahami dan mengamalkan agama,” paparnya.

Sikaf ghuluw tidak mencerminkan akhlaq Islam. Itu sebabnya, kata beliau kita tidak boleh terlalu mudah mengeluarkan vonis kafir kepada orang lain hanya gara-gara tidak sesuai dengan apa yang kita fahami.

“Sebagian orang ada yang terlalu mudah memberi vonis kafir kepada saudaranya atau pemerintah hanya gara-gara tidak berhukum dengan hukum Allah. Ini tidak benar,” katanya.

Misalnya, Ia mencontohkan, ada sebagian umat Islam berjuang di Parlemen. Mereka berhukum dengan hukum positif, tidak dengan hukum agama. Tetapi sang legislator tersebut berusaha mendekatkan hukum positif dengan hukum Islam.

“Mereka tidak serta merta dihukumi kafir karena tidak berhukum dengan hukum Allah. Bahkan, bisa jadi mereka mendapatkan pahala jika mereka berusaha mendekatkan hukum positif dengan hukum Islam,” tegasnya.

Muballigh yang juga penceramah tetap Masjid Nabawi Madinah itu menjelaskan, tidak semua hukum positif di Indonesia bertentangan dengan hukum Islam. Sebagian besar malah sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Kalau ada pencuri, kemudian tertangkap dan diserahkan kepada petugas kepolisian, lalu dipenjara. Apakah polisi tersebut dihukumi kafir? Tentu tidak. Meskipun hukuman pencuri dalam hukum pidana Islam adalah potong tangan,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung aksi demonstrasi jutaan umat Islam yang menuntut penjara mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, atas kasus penistaan agama.

“Dalam Islam, penista agama dihukum bunuh. Tapi jutaan umat Islam justru berdemo menuntut Ahok dipenjara. Apakah jutaan umat Islam yang menuntut penjara Ahok itu jadi kafir? Tentu tidak,” tambahnya.

Ia pun meminta semua pihak untuk tidak gampang mengobral vonis kafir, apalagi kepada pemerintah. Karena konsekuensi dari vonis tersebut sangat berbahaya. “Jadi berhati-hatilah dengan faham takfiri ini,” tutupnya. (Syamsul/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...