Ustadz Firanda: Radikalisme dan Terorisme Itu Salah Kaprah Memahami Agama

0
138
Ustadz Firanda Andirja

MATARAM – Munculnya faham radikalisme dan terorisme di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia disebabkan oleh salah kaprah oknum terentu dalam memahami ajaran agama. Demikian disampaikan oleh Ustadz Firanda Andirja di hadapan ribuan jamaah pengajian yang hadir di Masjid Aisyah, Lawata, Mataram Nusa Tenggara Barat, Ahad (16/7).

Menurut ulama jebolan Universitas Islam Madinah itu, radikalisme dan terorisme adalah buah dari kerancauan berfikir. Radikalisme dan terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam.

“Islam tidak pernah mengajarkan demikian. Bahkan Islam melarang kita untuk bersikaf ghuluw (ekstrim) dalam memahami dan mengamalkan agama,” paparnya.

Sikaf ghuluw tidak mencerminkan akhlaq Islam. Itu sebabnya, kata beliau kita tidak boleh terlalu mudah mengeluarkan vonis kafir kepada orang lain hanya gara-gara tidak sesuai dengan apa yang kita fahami.

“Sebagian orang ada yang terlalu mudah memberi vonis kafir kepada saudaranya atau pemerintah hanya gara-gara tidak berhukum dengan hukum Allah. Ini tidak benar,” katanya.

Misalnya, Ia mencontohkan, ada sebagian umat Islam berjuang di Parlemen. Mereka berhukum dengan hukum positif, tidak dengan hukum agama. Tetapi sang legislator tersebut berusaha mendekatkan hukum positif dengan hukum Islam.

“Mereka tidak serta merta dihukumi kafir karena tidak berhukum dengan hukum Allah. Bahkan, bisa jadi mereka mendapatkan pahala jika mereka berusaha mendekatkan hukum positif dengan hukum Islam,” tegasnya.

Muballigh yang juga penceramah tetap Masjid Nabawi Madinah itu menjelaskan, tidak semua hukum positif di Indonesia bertentangan dengan hukum Islam. Sebagian besar malah sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Kalau ada pencuri, kemudian tertangkap dan diserahkan kepada petugas kepolisian, lalu dipenjara. Apakah polisi tersebut dihukumi kafir? Tentu tidak. Meskipun hukuman pencuri dalam hukum pidana Islam adalah potong tangan,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung aksi demonstrasi jutaan umat Islam yang menuntut penjara mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, atas kasus penistaan agama.

“Dalam Islam, penista agama dihukum bunuh. Tapi jutaan umat Islam justru berdemo menuntut Ahok dipenjara. Apakah jutaan umat Islam yang menuntut penjara Ahok itu jadi kafir? Tentu tidak,” tambahnya.

Ia pun meminta semua pihak untuk tidak gampang mengobral vonis kafir, apalagi kepada pemerintah. Karena konsekuensi dari vonis tersebut sangat berbahaya. “Jadi berhati-hatilah dengan faham takfiri ini,” tutupnya. (Syamsul/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Ustadz Mokhammad Nasih

Tulisan Pesantren Dijual dan Isu Dolly Buka Kembali, Ini Klarifikasinya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (JH), ustadz Mokhammad Nasih melakukan klarifikasi tulisan yang akhir-akhir ini viral di media sosial terkait pemberitaan...
Rudi Suhartanto

Amankan Pilkades, DPMD Bentuk Panitia Pengawas

SERANG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 November mendatang. Sekretaris...

Jatim Jadi Tuan Rumah Workshop APPSI 2017

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop Assosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 21-23 November 2017. Workshop yang...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...