Tidak Baik Berteman Dengan Segala Orang

70
Tidak Baik Berteman Dengan Segala Orang
Oleh KH. Luthfi Bashori* 

Malang, Seruji.com – Tentang masalah ini Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aqidah seseorang tergantung dengan siapa yang menjadi kawan dekatnya, karena itu pilihlah kawan dekat yang terbaik.”Jika seseorang hendak mencari teman, maka hendaknya memilih teman yang sekira mempunyai sifat-sifat baik, entah itu dalam urusan keduniaan lebih-lebih dalam urusan beragama.

Teman baik jika ditinjau dari segi keduniaan, maka hendaklah mencari teman yang dapat memberi manfaat, baik dari sisi hartanya atau dari sisi kedudukannya, atau minimal teman yang bisa saling menghibur secara ikhlas dan tidak mempunyai tujuan yang sekira dapat merugikan.

Sedangkan dalam mencari teman untuk kemashlahatan agama, hendaklah mempunyai berbagai pertimbangan, contohnya demi menambah ilmu agama agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap muslim dianjurkan mencari teman shalih, dengan tujuan agar berkat keshalihan temannya itu, maka diharap dapat membentengi dirinya dari gangguan rohani yang kurang baik, hingga dirinya dapat beribadah secara benar dan khusyu’.

Ada pula anjuran mencari teman yang sekira dapat mengarahkan dirinya untuk mencegah pemborosan waktu saat bekerja mencari rezeki. Maksudnya agar tidak membuang-buang waktu dalam hidupnya, sehingga tidak melalaikan waktu ibadah kepada Allah.

Dianjurkan pula mencari teman yang sekira dapat memberi solusi saat mengalami kesulitan, baik urusan dunia apalagi urusan akhirat.

Termasuk dianjurkan adalah mencari teman shalih yang berharap mendapat berkah dari doa-doanya, serta berharap mendapat syafaat atau bantuan di akhirat kelak karena keshalihan temannya.

Sedangkan berteman dengan orang yang berperilaku buruk, jelas sangat merugikan baik di dunia lebih-lebih di akhirat.

Berteman dengan para koruptor, rawan ikut makan harta jarahannya. Berteman dengan para pecandu narkoba, tidak jarang yang terseret dalam lobang kehancuran. Berteman dengan para penguasa dzalim, sering pula terbawa arus ikut mendzalimi masyarakat secara umum.

Berteman dengan kaum liberal, maka pikirannya akan terkontaminasi hingga menjadi pengikut liberalisme yang kerap kali mengacak-acak ajaran agama.

Berteman dengan kalangan komunis, berpotensi menjadi penginkar agama, termasuk inkar terhadap berita kehidupan setelah mati atau berita akhirat kelak, bahkan menganggapnya sebagai ramalan belaka.

Karena itu, demi menjaga keimanan bagi setiap muslim, hendaklah pandai-pandai memilih kawan pergaulan yang baik.

Dikatakan bahwa jiwa-jiwa manusia itu saling ada keterkaitan. Maka kecenderungan mana yang ada pada jiwa setiap orang, di situ pula ia akan berkumpul. Jiwa yang baik akan berkumpul dengan orang-orang shalih, sedang jiwa yang buruk akan berkumpul dengan para penjahat. (lb)

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama