MUI Pamekasan Beri Masukan Sepakbola Islami

0
110
Madura United, salah satu klub kebanggaan warga Madura. (Foto: sidomi.com)

PAMEKASAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, memberikan masukan tentang pengelolaan sepak bola Islami. Langkah ini sebagai upaya untuk menjaga citra Pamekasan sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam.

“Masukan ini kami sampaikan sebagai tanggung jawab moral MUI kepada umat Islam di Pamekasan,” kata Ketua MUI Pamekasan KH Rahwini. Masukan tentang pengelolaan sepak bola Islami ini disampaikan MUI ke Pemkab Pamekasan, panitia pelaksana pertandingan (Panpel), dan DPRD di ruang peringgitan Pendapa Ringgosukowati Pamekasan, Senin (20/2) sore.

Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi memimpin langsung pertemuan antara Panpel dengan MUI Pamekasan ini. Dalam pertemuan itu, ulama menyampaikan beberapa masukan. Antara lain agar panitia menyediakan tempat salat untuk para suporter dan penonton bola. Hal ini dimaksudkan agar penonton tetap bisa melaksanakan salat, kendatipun berada di area stadion.

Usulan lainnya, agar penonton dan suporter berpakaian rapi, sesuai dengan kaidah-kaidah dan norma-norma Islam. “Waktu pertandingan jangan sampai mepet waktu salat, sehingga para penonton dan suporter bisa melaksanakan ibadahnya,” kata Rahwini.

Sementara panitia pelaksana pertandingan (Panpel) Alwi menjelaskan, sebagian usulan ulama sudah dilakukan, seperti menyediakan tempat salat di area stadion. Hanya saja, musala yang tersedia di sekitar stadion memang masih terbatas, dan belum sesuai harapan.

Sementara itu, pengelola Madura United FC dari PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq berterima kasih atas masukan yang disampaikan MUI itu.

“Memang masukan dari para ulama ini yang menjadi dasar kami meminta regulator untuk mengubah jadwal pertandingan. Jadi kalau pertandingan malam, kami minta setelah salat Maghrib dan kalau sore jam 15.00 WIB sudah mulai,” katanya, menjelaskan.

Para ulama dan perwakilan organisasi olahraga di Pamekasan ini juga berharap agar pertandingan Liga 1 Madura United bisa tetap digelar di Pamekasan. Hal itu karena jika pertandingan digelar di Pamekasan, maka uang akan berputar di Pamekasan dan akan menghidupkan perekonomian masyarakat Pamekasan.

“Tolong ini diperhatikan oleh Pemkab Pamekasan, apalagi Madura United bersedia memenuhi semua kekurangan tersebut, sehingga pertandingan tetap di Pamekasan,” kata Abd Razak dari KONIi Pamekasan yang juga diundang hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, Manajer Madura United FC Haruna Soemitro menyatakan, pihaknya bersedia melengkapi kekurangan Stadion Pamekasan apabila kontrak kerja pengelolaan sudah disepakati antara pemkab dengan Madura United.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Tunjuk Subangkit Latih Tim U-19

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Sriwijaya FC menunjuk mantan pelatih tim senior Subangkit untuk mengarsiteki Tim Under-19 musim kompetisi 2018. Direktur Pengembangan Sriwijaya FC Bambang Supriyanto di Palembang,...

Arus Balik di Bandara Sultan Mahmud Badarudin Melonjak

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sumatera Selatan pada arus balik tiga hari setelah Hari Raya...
Kecelakaan

Mobil Dinas Bawa 10 Penumpang Masuk Jurang

PARIGI, SERUJI.CO.ID - Salah satu mobil dinas milik Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah masuk ke jurang di kilometer 11 ruas Toboli-Tawaeli, Kabupaten Parigi Moutong,...
Orang tenggelam

Pengunjung Dilarang Berenang di Pantai Mukomuko

MUKOMUKO, SERUJI.CO.ID -  Warga yang berkunjung ke objek wisata pantai dan danau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada libur Idul Fitri 1439 hijriah diimbau tidak...
tenggelam

Dua Wisatawan Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID -  Dua wisatawan yang tengah berlibur di laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di dua lokasi berbeda hilang tenggelam saat sedang berenang bersama...