Pesantren Pilar untuk Kokohkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dan Tegaknya NKRI


PALU, SERUJI.CO.ID – Keberadaan pondok pesantren sangat penting, karena merupakan salah satu pilar dalam mengokohkan ajaran Islam rahmatan lil alamin dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Arifuddin M. Arif, S.Ag M.Ag.

“Eksistensi pondok pesantren dalam membangun sumber daya manusia tidak diragukan lagi. Begitu pula dalam bidang penyebaran dan pemahaman ajaran Islam melalui gerakan pendidikan dan dakwah,” kata Arifuddin sebagaimana dilansir Antara, Senin (10/9).

Dosen Luar Biasa di Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu itu mengatakan penyebaran dakwah Islam yang bermula dari pondok pesantren, tidak terlepas dari peran para ulama dan santrinya yang menampilkan karakteristik Islam yang inklusif (infitah), moderat (tawassuth), persamaan (musawah), dan seimbang (tawazun).

“Pesantren tidak bisa dinafikan perannya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pendidikan pesantren mempelajari dan mendalami ilmu pengetahaun agama (tafaqquh fiddien) yang “kaffah” (menyeluruh) berbasis kajian kitab turats dan mu`tabar.

“Hal itu diinternalisasikan ke dalam nilai-nilai keutamaan dan cara hidup berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, perbedaan mazhab dan pemikiran,” kata pakar pendidikan Islam IAIN Palu itu.

Hal itu penting, katanya, karena menjadi modal kuat dan potensi dasar dalam menyiapkan da`i yang berwawasan moderat.

Arifuddin menambahkan, globalisasi dan terjadinya revolusi teknologi komunikasi yang memberi dampak negatif terhadap ummat dewasa ini, seperti derasnya arus pemikiran liberal dan radikal serta berseliwerannya paham keagamaan yang menyimpang di dunia maya.

Kondisi ini mengharuskan pondok pesantren mengambil peran dan posisi penting dalam ruang dakwah cyber. Secara personal harus melirik ruang dakwah virtual dan secara kelembagaan harus membangun dakwah di media sosial yang dikelola secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip dakwah wasathiyah.

Dengan paradigma dakwah seperti ini, menurut Arifuddin, akan menjadi gerakan dakwah penyeimbang dan penyaring serta melawan pemahaman keagamaan menyimpang dan memperkokoh ketahanan nilai-nilai Islam wasathiyah. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

Masa Bakti Dewan Pendidikan 2014-2019 Berakhir, Pemkot Surabaya Buka Rekrutmen

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dimulai dengan pendafatran yang dilakukan secara daring (online) mulai hari ini, Selasa (18/2) hingga Jumat (28/2) mendatang.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Ternyata Menteri Agama Berasal dari Ormas Islam Yang Sama dengan Ustadz Tengku Zulkarnain

Fachrul Razi tercatat sebagai anggota Majelis Amanah Pusat PB Math'laul Anwar sejak 2018 berdasarkan Surat Keputusan nomor A.166/KPTS/PBMA/V/2018 yang ditandatangani Ketua Umum PB MA, Ahmad Sadeli Karim dan Sekjen Oke Setiadi
close