Perjalanan Aksi Bela Islam, Hukum Bagi Penista Agama

1
83
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab

Menanggapi persoalan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada beberapa bulan lalu saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu terkait pernyataannya yang mengutip surah Al Maidah ayat 51. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan pengkajian terkait polemik pernyataan Ahok tersebut.

Dari hasil pengkajian tersebut, MUI menilai pernyataan Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51 adalah menghina Alquran dan para ulama. Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa penghinaan itu karena Ahok menyebut kandungan dari surah Al Maidah adalah sebuah kebohongan yang hukumnya haram dan termasuk penistaan terhadap Alquran, bahkan yang menyebarkan surah Al Maidah disebut pembohong. Padahal MUI melihat orang yang kerap menyebarkan surah tersebut tak lain merupakan para ulama.

Jumat, 14 Oktober 2016 atau disebut Aksi Bela Islam I gelombang unjuk rasa diawali ormas Islam FPI Pimpinan Habib Rizieq Shihab menuntut supaya Ahok diproses hukum. Proses penyelidikan yang dianggap berjalan sangat lamban membuat ormas Islam kembali menghimpun massa dalam jumlah yang lebih besar. Pada akhirnya, 4 Nopember 2016, Aksi Bela Islam II atau “Aksi Damai 411” digelar dengan tuntutan agar si penista agama segera diadili.

Pasca Aksi Bela Islam II, pada 16 November 2016, kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama. Namun berdasarkan sejumlah pertimbangan, diputuskan bahwa Ahok tidak ditahan di penjara, hanya paspornya ditahan sehingga tidak bisa ke luar negeri. Hal ini membuat geram sejumlah pihak. Jumat, 2 Desember 2016, GNPF MUI selaku penyelengara Aksi Bela Islam II menggelar aksi serupa, Habib Rizieq menyampaikan bahwa aksi ini berlangsung dengan super damai karena diadakan dalam bentuk ibadah bersama.

Aksi Bela Islam III atau disebut “Aksi 212 Super Damai” yang dihadiri para ulama, gabungan ormas-ormas dan masyarakat seluruh Indonesia tumpah ruah di Monas melakukan sholat Jumat berjamaah, dengan tuntutan yang sama seperti Aksi Bela Islam I, Aksi Bela Islam II yaitu penjarakan bagi penista agama. Hingga persidangan ke-8 tentang proses hukum penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok belum juga diputuskan.

Sidang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Selasa, 31 Januari 2017. Dalam sidang tersebut, ada sedikitnya lima perlakuan kurang manusiawi yang dilakukan oleh Tim Ahok kepada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang dihadirkan sebagai saksi.

Karena ketidak puasan masyarakat atas kasus penista agama yang malah menimbulkan penghinaan atas ulama yang dilakukan oleh Tim Ahok, GNPF MUI yang diinisiasi oleh FUI akan melakuka Aksi Bela Islam IV. Sabtu, 11 Februari 2017 mendatang akan berlangsung aksi, namun aksi kali ini berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya. Aksi bertemakan “Jalan Sehat Tegakkan Almaidah 51” dengan difokuskan segera penjarakan penista agama.

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

hm prasetyo

Jaksa Agung: Tersangka Korupsi Tidak Bisa Berbohong Karena Alasan Sakit

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jaksa Agung HM Prasetyo mengingatkan para tersangka atau terdakwa korupsi tidak bisa lagi membohongi pemeriksaan karena sakit mengingat akan dicek oleh...

Setelah Dipasang Ring Jantung, Dokter Pastikan Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dokter, yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan...
PCC

Pabrik Yang Digerebek Polisi Ini Produksi Ratusan Ribu Pil PCC per Malam

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Pabrik Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mampu menghasilkan ratusan ribu butir PCC dalam semalam, kata Wakil...
Sidharto Danusubroto

Sikapi Nobar Film G30S/PKI, Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidharto Danusubroto mengingatkan masyarakat Indonesia untuk dapat memprioritaskan pembangunan nasional bersama daripada meributkan masalah terkait G30S/PKI. "Ada film ini,...
PCC

Flash: Bareskrim Menggerebek Ruko Yang Berfungsi Sebagai Pabrik PCC

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap keberadaan sebuah pabrik yang memproduksi pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol)...
gatot nurmatyo

Panglima TNI: Pemutaran Film G30S/PKI Penting untuk Generasi Muda

KARANGANYAR - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pemutaran film Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI) bertujuan agar diketahui oleh generasi...