Perjalanan Aksi Bela Islam, Hukum Bagi Penista Agama

Menanggapi persoalan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada beberapa bulan lalu saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu terkait pernyataannya yang mengutip surah Al Maidah ayat 51. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan pengkajian terkait polemik pernyataan Ahok tersebut.

Dari hasil pengkajian tersebut, MUI menilai pernyataan Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51 adalah menghina Alquran dan para ulama. Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa penghinaan itu karena Ahok menyebut kandungan dari surah Al Maidah adalah sebuah kebohongan yang hukumnya haram dan termasuk penistaan terhadap Alquran, bahkan yang menyebarkan surah Al Maidah disebut pembohong. Padahal MUI melihat orang yang kerap menyebarkan surah tersebut tak lain merupakan para ulama.

Jumat, 14 Oktober 2016 atau disebut Aksi Bela Islam I gelombang unjuk rasa diawali ormas Islam FPI Pimpinan Habib Rizieq Shihab menuntut supaya Ahok diproses hukum. Proses penyelidikan yang dianggap berjalan sangat lamban membuat ormas Islam kembali menghimpun massa dalam jumlah yang lebih besar. Pada akhirnya, 4 Nopember 2016, Aksi Bela Islam II atau “Aksi Damai 411” digelar dengan tuntutan agar si penista agama segera diadili.

Pasca Aksi Bela Islam II, pada 16 November 2016, kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama. Namun berdasarkan sejumlah pertimbangan, diputuskan bahwa Ahok tidak ditahan di penjara, hanya paspornya ditahan sehingga tidak bisa ke luar negeri. Hal ini membuat geram sejumlah pihak. Jumat, 2 Desember 2016, GNPF MUI selaku penyelengara Aksi Bela Islam II menggelar aksi serupa, Habib Rizieq menyampaikan bahwa aksi ini berlangsung dengan super damai karena diadakan dalam bentuk ibadah bersama.

Aksi Bela Islam III atau disebut “Aksi 212 Super Damai” yang dihadiri para ulama, gabungan ormas-ormas dan masyarakat seluruh Indonesia tumpah ruah di Monas melakukan sholat Jumat berjamaah, dengan tuntutan yang sama seperti Aksi Bela Islam I, Aksi Bela Islam II yaitu penjarakan bagi penista agama. Hingga persidangan ke-8 tentang proses hukum penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok belum juga diputuskan.

Sidang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Selasa, 31 Januari 2017. Dalam sidang tersebut, ada sedikitnya lima perlakuan kurang manusiawi yang dilakukan oleh Tim Ahok kepada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang dihadirkan sebagai saksi.

Karena ketidak puasan masyarakat atas kasus penista agama yang malah menimbulkan penghinaan atas ulama yang dilakukan oleh Tim Ahok, GNPF MUI yang diinisiasi oleh FUI akan melakuka Aksi Bela Islam IV. Sabtu, 11 Februari 2017 mendatang akan berlangsung aksi, namun aksi kali ini berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya. Aksi bertemakan “Jalan Sehat Tegakkan Almaidah 51” dengan difokuskan segera penjarakan penista agama.

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda