Palestina, Jantung Diplomasi Indonesia

0
136
Anggota Komisi I DPR, Dr. Sukamta.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – ‎Tanggal 29 November menjadi hari paling bersejarah bagi Palestina. Serangkaian peristiwa penting terjadi pada tanggal tersebut, hingga mengantarkan pengakuan dunia atas eksistensi Palestina.

Pertama, 70 tahun lalu atau tepatnya 29 November 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui mengakhiri Mandat Britania Raya untuk Palestina. Dengan Resolusi PBB 181 yang didukung  33 negara, 13 negara menolak, dan 10 lainnya netral, wilayah tanah Palestina dipecah-belah 55% untuk Yahudi dan 55% untuk Palestina.

“Inilah yang menjadi cikal bakal Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel di tanah Palestina,” ujar anggota Komisi I DPR, Sukamta, di Jakarta, Rabu (29/11).

Kedua, 5 tahun lalu, tanggal 29 November 2012, untuk pertama kalinya Palestina diakui sebagai sebuah negara, meski belum mendapatkan status keanggotaan penuh di PBB. Pada sidang Majelis Umum PBB, Palestina kembali memperjuangkan kemerdekaannya. Kali ini Palestina menang telak dengan didukung 138 negara, 41 negara abstain, dan hanya 9 negara yang menentang.

Dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina semakin menguat. Menurut Sukamta, modal besar ini perlu dirawat agar benar-benar bisa mengantarkan kemerdekaan penuh bagi Palestina. Kondisi internal Palestina juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan ditandatanganinya Rekonsiliasi Hamas dan Fatah yang hal ini tentu menggenapi salah satu syarat utama menuju kemerdekaan, yaitu soliditas internal.

Menurut Sukamta, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan terwujudnya  perdamaian di Timur Tengah ini,  Indonesia diharapkan terus memainkan peran strateginya. “Karena jantung diplomasi Indonesia di luar negeri adalah kemerdekaan Palestina,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU