Lebaran 2017, Ustadz Bachtiar Nasir Serukan Totalitas Dalam Ber-Islam

0
181
bachtiar nasir
Ustadz Bachtiar Nasir dalam khotbah salat Idul Fitri 1438 H di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad, 25/6/2017. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ustadz Bachtiar Nasir mengajak umat muslim di Indonesia untuk memeluk ajaran Islam secara kaffah atau total dan tidak setengah-setengah.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi khatib salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (25/6). Ia mengangkat tema ‘Jangan Berikan yang Sisa Untuk Islam’ dalam khotbahnya.

“Dalam memeluk Islam, harus secara sungguh-sungguh. Artinya, menjalankan dan menegakkan komitmen terhadap semua ajaran agama dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah SWT,” terangnya.

Ia yakin kalau umat Islam menegakan Islam secara total, Insya Allah Indonesia damai.

“Kalau umat Islam menjalankan syariatnya secara total, Insya Allah Indonesia akan berdaulat seutuhnya, dan Insya Allah Indonesia akan kembali pada kejayaannya,” ujarnya.

“Al-Quran perintahkan, ber-Islam itu jangan separuh-separuh, di antara kita ada yang berkata begini ‘sudahlah, ber-Islam tidak usah ekstrem banget’. Ini menunjukan orang setengah hati memeluk Islam,” paparnya.

Menurut ustadz Bachtiar, pemahaman Islam seperti itu keliru karena dalam Al-Quran telah diajarkan dalam memeluk agama Islam harus dilakukan secara total, sebagaimana tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 208.

Dalam khotbahnya, ia juga mengkritisi soal kedalaman umat muslim dalam membela agamanya.

“Banyak orang ber-KTP Islam mengaku muslim, salat bahkan haji dan berumrah. Namun, yang jadi pertanyaan, banyak gak umat Islam ini yang memikirkan Islam dalam benaknya? Atau banyak gak diantara mereka yang memperjuangkan Islam dengan kekuasaannya, dengan hartanya, dan dengan kehormatannya?” kata dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar umat Islam sadar dan dipimpin kembali oleh muslim. Sebab, menurutnya hal ini merupakan bagian dari penerapan Islam secara total.

“Karena dalam surat Al-Maidah kita tidak bisa main-main dalam memilih pemimpin. Siapapun pemimpinmu lama-lama cara berpikirmu akan sama dengan pemimpinmu,” katanya.

Menjaga ukhuwah Islamiah untuk kebangkitan umat

Ustadz Bachtiar mengeluhkan perihal ketidakadilan yang dirasakan umat Islam saat ini. Hal ini terutama terjadi di sektor ekonomi dan mulai merambah bidang politik serta hukum.

“Kita harus sadar kalau umat Islam saat ini terus dilemahkan oleh orang-orang yang tidak ingin Islam maju di Indonesia,” ujarnya.

Tetapi, dia bersyukur karena sejak lahirnya gerakan 212, umat Islam yang beribadah di masjid-masjid, termasuk salat Subuh naik sampai 100 persen.

“Ini modal Islam untuk menjaga Ukhuwah Islamiah dan membangkitkan Islam untuk maju dari sisi apapun, termasuk dalam segi ekonomi,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu.

Menurutnya, umat Islam di Indonesia, dengan statusnya sebagai yang terbesar di dunia, dalam segala tindak tanduk dan perbuatannya dinilai dapat memberikan pengaruh di tingkat nasional, regional, dan di tingkat internasional.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk bangkit dan melakukan perubahan yang signifikan.

“Karena itu, dalam memberikan kontribusi terhadap kebangkitan dan perkembangan Islam, umat Islam di Indonesia jangan setengah-setengah,” ujarnya berharap.

“Bukan waktunya melayani mereka yang ragu pada kebenaran Islam, bukan saatnya berdebat tentang sematan yang dilekatkan pada Islam sebagai agama teroris, fundamentalis, intoleran, atau apapun lagi. Saatnya kita membangun bangsa dan negara dengan spirit Islam, berjuang memenangkan Islam dengan paradigma dan kinerja Islam, dan jangan berikan sisa untuk Islam,” tegas ustadz Bachtiar.

“Jangan berikan sisa waktu untuk Islam, jangan berikan sisa ilmu untuk Islam, jangan berikan sisa tenaga untuk Islam, jangan berikan sisa harta untuk Islam. Masuklah Islam secara kaffah. Berislamlah secara total dan berikanlah yang terbaik untuk Islam,” tuturnya.

Diakhir khotbah, tak lupa ustadz Bachtiar menyampaikan harapannya.

“Pada hari yang berbahagia ini semoga umat islam diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya. Mudah-mudahan langkah umat Islam untuk membangun Indonesia yang damai, berdaulat, yang berkeadilan dan berkemajuan mendapat pertolongan Allah,” tutupnya. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Hari Reresik Malioboro

Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Yogyakarta

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keluhan wisatawan terkait tarif parkir kendaraan yang melebihi ketentuan saat libur Lebaran, khususnya di kawasan wisata Kota Yogyakarta mewarnai lini massa di...

Seorang Warga Nunukan Digigit Buaya

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Kampung Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami luka-luka akibat digigit buaya pada Ahad (17/6), sekitar pukul 10.30...
Mochamad Iriawan

Terungkap Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar, Mendagri: Presiden Jokowi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang...

Satpam Sekolah Gagalkan Pencurian Laptop

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Satpam SMPN 2 Jetis, Marni menggagalkan pencurian "laptop" atau komputer jinjing yang dilakukan dua orang tersangka, Randy dan Dika keduanya warga Kabupaten...

Abrasi Laut Ancam Wisata Tanjung Lesung

BANTEN, SERUJI.CO.ID - Abrasi air laut berpotensi mengancam puluhan meter jalan utama menuju destinasi wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang menjadi pilihan favorit...