Lebaran 2017, Ustadz Bachtiar Nasir Serukan Totalitas Dalam Ber-Islam

JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ustadz Bachtiar Nasir mengajak umat muslim di Indonesia untuk memeluk ajaran Islam secara kaffah atau total dan tidak setengah-setengah.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi khatib salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (25/6). Ia mengangkat tema ‘Jangan Berikan yang Sisa Untuk Islam’ dalam khotbahnya.

“Dalam memeluk Islam, harus secara sungguh-sungguh. Artinya, menjalankan dan menegakkan komitmen terhadap semua ajaran agama dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah SWT,” terangnya.

Ia yakin kalau umat Islam menegakan Islam secara total, Insya Allah Indonesia damai.

“Kalau umat Islam menjalankan syariatnya secara total, Insya Allah Indonesia akan berdaulat seutuhnya, dan Insya Allah Indonesia akan kembali pada kejayaannya,” ujarnya.

“Al-Quran perintahkan, ber-Islam itu jangan separuh-separuh, di antara kita ada yang berkata begini ‘sudahlah, ber-Islam tidak usah ekstrem banget’. Ini menunjukan orang setengah hati memeluk Islam,” paparnya.

Menurut ustadz Bachtiar, pemahaman Islam seperti itu keliru karena dalam Al-Quran telah diajarkan dalam memeluk agama Islam harus dilakukan secara total, sebagaimana tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 208.

Dalam khotbahnya, ia juga mengkritisi soal kedalaman umat muslim dalam membela agamanya.

“Banyak orang ber-KTP Islam mengaku muslim, salat bahkan haji dan berumrah. Namun, yang jadi pertanyaan, banyak gak umat Islam ini yang memikirkan Islam dalam benaknya? Atau banyak gak diantara mereka yang memperjuangkan Islam dengan kekuasaannya, dengan hartanya, dan dengan kehormatannya?” kata dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar umat Islam sadar dan dipimpin kembali oleh muslim. Sebab, menurutnya hal ini merupakan bagian dari penerapan Islam secara total.

“Karena dalam surat Al-Maidah kita tidak bisa main-main dalam memilih pemimpin. Siapapun pemimpinmu lama-lama cara berpikirmu akan sama dengan pemimpinmu,” katanya.

Menjaga ukhuwah Islamiah untuk kebangkitan umat

Ustadz Bachtiar mengeluhkan perihal ketidakadilan yang dirasakan umat Islam saat ini. Hal ini terutama terjadi di sektor ekonomi dan mulai merambah bidang politik serta hukum.

“Kita harus sadar kalau umat Islam saat ini terus dilemahkan oleh orang-orang yang tidak ingin Islam maju di Indonesia,” ujarnya.

Tetapi, dia bersyukur karena sejak lahirnya gerakan 212, umat Islam yang beribadah di masjid-masjid, termasuk salat Subuh naik sampai 100 persen.

“Ini modal Islam untuk menjaga Ukhuwah Islamiah dan membangkitkan Islam untuk maju dari sisi apapun, termasuk dalam segi ekonomi,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu.

Menurutnya, umat Islam di Indonesia, dengan statusnya sebagai yang terbesar di dunia, dalam segala tindak tanduk dan perbuatannya dinilai dapat memberikan pengaruh di tingkat nasional, regional, dan di tingkat internasional.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk bangkit dan melakukan perubahan yang signifikan.

“Karena itu, dalam memberikan kontribusi terhadap kebangkitan dan perkembangan Islam, umat Islam di Indonesia jangan setengah-setengah,” ujarnya berharap.

“Bukan waktunya melayani mereka yang ragu pada kebenaran Islam, bukan saatnya berdebat tentang sematan yang dilekatkan pada Islam sebagai agama teroris, fundamentalis, intoleran, atau apapun lagi. Saatnya kita membangun bangsa dan negara dengan spirit Islam, berjuang memenangkan Islam dengan paradigma dan kinerja Islam, dan jangan berikan sisa untuk Islam,” tegas ustadz Bachtiar.

“Jangan berikan sisa waktu untuk Islam, jangan berikan sisa ilmu untuk Islam, jangan berikan sisa tenaga untuk Islam, jangan berikan sisa harta untuk Islam. Masuklah Islam secara kaffah. Berislamlah secara total dan berikanlah yang terbaik untuk Islam,” tuturnya.

Diakhir khotbah, tak lupa ustadz Bachtiar menyampaikan harapannya.

“Pada hari yang berbahagia ini semoga umat islam diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya. Mudah-mudahan langkah umat Islam untuk membangun Indonesia yang damai, berdaulat, yang berkeadilan dan berkemajuan mendapat pertolongan Allah,” tutupnya. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Politisi Kampungan

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.

KUNTUM KHAIRA UMMATIN