Hoax Menjamur, SERUJI Gelar “Dakwah Lewat Media” Bersama Polda Jatim

0
177
dakwah lewat media
Kabid TI Polda Jatim, Kombes Pol Sigit Dedy Purwadi dan Pimpinan Umum SERUJI, Ferry Koto, dalam talkshow di Radio Suara Muslim, Kamis (15/3/2018). (foto:SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Saat ini internet sangat berkembang pesat, setiap orang bisa dengan mudah mengakses, dan menyebarkan informasi dengan cepat hanya melalui gadget mereka.

Namun seiring mudahnya informasi tersebar itu seringkali tidak dicek kebenarannya. Setiap orang dengan mudahnya menyebarkan berita hoax bahkan yang mengandung ujaran kebencian. Sehingga banyak kasus yang berakhir di pengadilan.

“Banyak upaya-upaya yang dilakukan Polda Jatim dalam upaya penegakan hukum sesuai amanah UU No.2 tahun 2002 (UU Kepolisian, red) dalam rangka memberikan kepastian hukum dan juga melindungi dan mengayomi lapisan masyarakat. Ada beberapa kasus penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian ini yang sudah ditangani polisi,” kata Kabid TI Polda Jatim, Kombes Pol Sigit Dedy Purwadi dalam talkshow Tabloid Udara di Radio Suara Muslim, Kamis (15/3).

Dalam talkshow yang mengangkat tema “Berdakwah Lewat Media. Mengabarkan yang baik dan memberangus hoax” ini, Sigit mengatakan, agar kejahatan tidak meningkat, polisi melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan.

“Polisi bukan hanya melakukan penegakan hukum, tapi juga melakukan dari sisi humanisnya, yaitu edukasi. Kasihan juga masyarakat yang terjerumus dalam permasalahan hukum akibat kekurang-tahuannya bagaimana memanfaatkan media sosial dengan baik dan benar,” ujar Sigit.

Sementara itu, Pimpinan Umum Kantor Berita Umat SERUJI, Ferry Koto mengatakan bahwa hoax dan ujaran kebencian di media sosial cenderung meningkat atau tumbuh subur di Indonesia.

“Saat ini pengguna internet sudah sedemikian banyaknya, bahkan pemakai handphone lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia. Pemilik akun sosial media, seperti Facebook itu ada 115 juta (data April 2017), Twitter ada 50 juta, belum lagi Instagram, dan lain-lain. Bayangkan kalau hanya melakukan penegakan hukum, betapa sibuknya polisi,” papar Ferry dalam talkshow berdurasi 1 jam tersebut.

Menurut Ferry, walau di kepolisian telah membentuk unit Cybercrime hingga ke tingkat Polda saat ini, tetap saja dibutuhkan penyadaran bagi masyarakat pentingnya bersosial media yang baik dan benar.

“Nah, melihat itulah kami dari media, kepolisian, dan juga ulama, mengedukasi masyarakat. Agar masyarakat tidak terkena kasus hukum akibat tidak tahu bahwa menyebarkan hoax dan ujaran kebencian itu termasuk kejahatan yang telah diatur di KUHP dan UU ITE,” jelasnya.

Dalam rangka edukasi masyarakat inilah, Kantor Berita Umat SERUJI bersama ulama, dan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim akan menggelar kajian Islam bulanan yang mengangkat tema “Berdakwah Lewat Media, kabarkan yang baik dan berangus hoax”, di Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim, Surabaya, pada Sabtu 17 Maret 2018, dari pukul 12.30 hingga pukul 17.00 WIB.

“Dengan latar belakang yang disampaikan tadi, maka kami mengadakan kegiatan kajian agar masyarakat tahu bagaimana berdakwah lewat media dan bagaimana mengetahui sebuah informasi adalah hoax atau bukan, serta mencegah menyebarnya ujaran kebencian,” kata Ferry Koto.

Ferry Koto menjelaskan, bahwa agama Islam telah mengajarkan umatnya untuk berdakwah dengan panduan dan tuntunan yang baik dengan memberikan informasi yang baik dan tidak saling mencela atau menyebarkan informasi yang salah.

“Mungkin ini acara pertama, yang akan terus digelindingkan, sehingga kemudian lahir diskusi-diskusi di masyarakat untuk membangun pengertian, terutama di kalangan ormas-ormas Islam yang memiliki cyber army,” ungkap Ferry.

Selain itu, Ferry Koto juga berharap dari kegiatan tersebut masyarakat bisa mengetahui penegakan hukum yang dilakukan Polisi terkait kasus hoax dan ujaran kebencian, sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan ataupun tanda tanya baru di masyarakat.

“Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di masyarakat karena mereka tidak tahu. Justru dari pertanyaan itu bisa memancing munculnya kembali hoax, dan berantai. Polisi tentu akan sibuk lagi. Justru lebih baik kita melakukan edukasi-edukasi ke masyarakat,” terang Ferry.

Dalam kajian yang akan digelar hari Sabtu besok, Ferry Koto menjelaskan, bahwa pembicara-pembicara dari berbagai elemen akan dihadirkan untuk mengedukasi masyarakat.

Dari ulama akan diisi oleh KH. Luthfi Bashori (Gus Luthfi), pimpinan Pondok Pesantren Al Murtadla Al Islami, Singosari, Malang. Kemudian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim yang akan menjelaskan dari sisi hukum. Kemudian dari media oleh Ferry Koto, Pimpinan Umum SERUJI, dan Fajar Arifianto, mantan Komisioner KPI dan Redaksi Radio Suara Muslim Surabaya.

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum, ormas Islam, mahasiswa/pelajar, dan anggota Polri.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar mengikuti kajian ini, silakan mengirimkan konfirmasi kehadiran ke 085646013468 (Nia), dan 08123139598 (Tanti).

(SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...