Hoax Menjamur, SERUJI Gelar “Dakwah Lewat Media” Bersama Polda Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Saat ini internet sangat berkembang pesat, setiap orang bisa dengan mudah mengakses, dan menyebarkan informasi dengan cepat hanya melalui gadget mereka.

Namun seiring mudahnya informasi tersebar itu seringkali tidak dicek kebenarannya. Setiap orang dengan mudahnya menyebarkan berita hoax bahkan yang mengandung ujaran kebencian. Sehingga banyak kasus yang berakhir di pengadilan.

“Banyak upaya-upaya yang dilakukan Polda Jatim dalam upaya penegakan hukum sesuai amanah UU No.2 tahun 2002 (UU Kepolisian, red) dalam rangka memberikan kepastian hukum dan juga melindungi dan mengayomi lapisan masyarakat. Ada beberapa kasus penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian ini yang sudah ditangani polisi,” kata Kabid TI Polda Jatim, Kombes Pol Sigit Dedy Purwadi dalam talkshow Tabloid Udara di Radio Suara Muslim, Kamis (15/3).

Dalam talkshow yang mengangkat tema “Berdakwah Lewat Media. Mengabarkan yang baik dan memberangus hoax” ini, Sigit mengatakan, agar kejahatan tidak meningkat, polisi melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan.

“Polisi bukan hanya melakukan penegakan hukum, tapi juga melakukan dari sisi humanisnya, yaitu edukasi. Kasihan juga masyarakat yang terjerumus dalam permasalahan hukum akibat kekurang-tahuannya bagaimana memanfaatkan media sosial dengan baik dan benar,” ujar Sigit.

Sementara itu, Pimpinan Umum Kantor Berita Umat SERUJI, Ferry Koto mengatakan bahwa hoax dan ujaran kebencian di media sosial cenderung meningkat atau tumbuh subur di Indonesia.

“Saat ini pengguna internet sudah sedemikian banyaknya, bahkan pemakai handphone lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia. Pemilik akun sosial media, seperti Facebook itu ada 115 juta (data April 2017), Twitter ada 50 juta, belum lagi Instagram, dan lain-lain. Bayangkan kalau hanya melakukan penegakan hukum, betapa sibuknya polisi,” papar Ferry dalam talkshow berdurasi 1 jam tersebut.

Menurut Ferry, walau di kepolisian telah membentuk unit Cybercrime hingga ke tingkat Polda saat ini, tetap saja dibutuhkan penyadaran bagi masyarakat pentingnya bersosial media yang baik dan benar.

“Nah, melihat itulah kami dari media, kepolisian, dan juga ulama, mengedukasi masyarakat. Agar masyarakat tidak terkena kasus hukum akibat tidak tahu bahwa menyebarkan hoax dan ujaran kebencian itu termasuk kejahatan yang telah diatur di KUHP dan UU ITE,” jelasnya.

Dalam rangka edukasi masyarakat inilah, Kantor Berita Umat SERUJI bersama ulama, dan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim akan menggelar kajian Islam bulanan yang mengangkat tema “Berdakwah Lewat Media, kabarkan yang baik dan berangus hoax”, di Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim, Surabaya, pada Sabtu 17 Maret 2018, dari pukul 12.30 hingga pukul 17.00 WIB.

“Dengan latar belakang yang disampaikan tadi, maka kami mengadakan kegiatan kajian agar masyarakat tahu bagaimana berdakwah lewat media dan bagaimana mengetahui sebuah informasi adalah hoax atau bukan, serta mencegah menyebarnya ujaran kebencian,” kata Ferry Koto.

Ferry Koto menjelaskan, bahwa agama Islam telah mengajarkan umatnya untuk berdakwah dengan panduan dan tuntunan yang baik dengan memberikan informasi yang baik dan tidak saling mencela atau menyebarkan informasi yang salah.

“Mungkin ini acara pertama, yang akan terus digelindingkan, sehingga kemudian lahir diskusi-diskusi di masyarakat untuk membangun pengertian, terutama di kalangan ormas-ormas Islam yang memiliki cyber army,” ungkap Ferry.

Selain itu, Ferry Koto juga berharap dari kegiatan tersebut masyarakat bisa mengetahui penegakan hukum yang dilakukan Polisi terkait kasus hoax dan ujaran kebencian, sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan ataupun tanda tanya baru di masyarakat.

“Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di masyarakat karena mereka tidak tahu. Justru dari pertanyaan itu bisa memancing munculnya kembali hoax, dan berantai. Polisi tentu akan sibuk lagi. Justru lebih baik kita melakukan edukasi-edukasi ke masyarakat,” terang Ferry.

Dalam kajian yang akan digelar hari Sabtu besok, Ferry Koto menjelaskan, bahwa pembicara-pembicara dari berbagai elemen akan dihadirkan untuk mengedukasi masyarakat.

Dari ulama akan diisi oleh KH. Luthfi Bashori (Gus Luthfi), pimpinan Pondok Pesantren Al Murtadla Al Islami, Singosari, Malang. Kemudian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim yang akan menjelaskan dari sisi hukum. Kemudian dari media oleh Ferry Koto, Pimpinan Umum SERUJI, dan Fajar Arifianto, mantan Komisioner KPI dan Redaksi Radio Suara Muslim Surabaya.

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum, ormas Islam, mahasiswa/pelajar, dan anggota Polri.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar mengikuti kajian ini, silakan mengirimkan konfirmasi kehadiran ke 085646013468 (Nia), dan 08123139598 (Tanti).

(SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.