Dukung Kemandirian Bangsa, Hidayatullah Kuatkan Kadernya Menjadi Dai Pengusaha

1
102
Indra Sugiarto, Corporate Banking Director menjadi keynote speaker di acara Rakornas Ekonomi Hidayatullah pada 10/3/2017 di Surabaya.

SURABAYA – “Kemandirian bangsa akan sempurna bila dikuatkan dengan kemandirian ekonomi. Hidayatullah sebagai elemen bangsa harus menjadi bagian kekuatan ekonomi karena ini merupakan pilar perjuangan,” demikian disampaikan DR. Nashirul Haq, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah saat membuka Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Ekonomi Hidayatullah. “Caranya, Hidayatullah selalu mendorong dai-dainya untuk menjadi dai pengusaha.”

Hidayatullah selaku lembaga kader yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan jaringan pondok pesantren di seluruh Nusantara, telah berkiprah di bidang ekonomi untuk menguatkan kemandirian bangsa. Bisnis yang sudah digeluti dan berjalan meliputi jaringan retail, media, properti, jasa keuangan syariah, perdagangan, manufaktur, garmen, food & beverage dan lain-lain.

Berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Rakornas Ekonomi yang bertema Mensinergikan Potensi Menuju Kemandirian Ekonomi ini berlangsung 10-12 Maret dan diikuti tidak kurang dari 250 dai pengusaha dari berbagai wilayah Nusantara.

Para peserta mengikuti agenda Rakornas Ekonomi Hidayatullah dengan khidmat.

Untuk menguatkan para kader dai yang berkiprah di bidang bisnis Hidayatullah telah menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat, berupa modal kerja sebesar 500 milyar. Pada saat Rakornas ini berlangsung, dilakukan penyerahan modal kerja sebesar 30 milyar yang dilakukan oleh Indra Sugiarto, Direktur Korporat Bank Muamlat kepada Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo. “Ini merupakan tahap awal yang sudah direalisasikan Bank Muamalat kepada Hidayatullah,” kata Indra Sugiarto.

Hidayatullah juga menggandeng kekuatan umat Islam yang baru lahir yakni jaringan Koperasi Primer Syariah Nasional (KPSN) 212 untuk mengembangkan bisnis retail di berbagai wilayah nusantara. “Melalui kerja sama dengan Hidayatullah, Koperasi Syariah 212 bertekad mewujudkan gerakan satu keluarga satu pengusaha,” kata Valentino Dinsi, Ketua I KPSN 212 sekaligus pengusaha dan juga dikenal sebagai mentor di bidang kewirausahaan.

Sementara itu Heppy Trenggono, Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) melaui Rakornas Ekonomi Hidayatullah ini mengajak umat Islam untuk menggalakkan gerakan Beli Indonesia Bela Indonesia, “Saya yakin bersama jaringan Hidayatullah di seluruh wilayah Nusantara dan militansi kader-kadernya gerakan Beli Indonesia dan Bela Indonesia akan menjadi gerakan yang kuat dan membebaskan Indonesia dari penjajahan ekonomi,” katanya dengan mantap.

Dalam Rakornas Ekonomi Hidayatullah ini dilakukan pengukuhan Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (Aphida) sebagai wadah kader Hidayatullah yang menjadi pelaku ekonomi.

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

elpiji

Ridwan Kamil Selidiki Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Wilayahnya

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akan menyelidiki kelangkaan gas subsidi tabung 3 kilogram yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayahnya. "Akan ditindaklanjuti...

Survei: Pelajar Tergiur Merokok Karena Harga Murah

PADANG, SERUJI.CO.ID - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruandu Foundation menemukan para pelajar yang ada di Padang tergiur merokok salah satunya...
Agus Hermanto

DPR Tidak Bisa Proses Pergantian Setya Novanto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan Pimpinan DPR tidak bisa memproses pergantian Setya Novanto karena ada dua surat dari Fraksi Partai Golkar...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...