SURABAYA, SERUJI.CO.ID – The History Of African Jihadist Movement adalah suatu buku yang menceritakan sejarah gerakan jihad yang dilakukan kelompok Boko Haram di Afrika Utara.
Kisah dalam buku itu akan dikupas oleh peneliti senior Center for Statecraft and Citizenship Studies Universitas Airlangga Surabaya, Rosdiansyah dalam diskusi bedah buku “Boko Haram The History Of African Jihadist Movement”, pada Sabtu, 24 Februari mendatang, di Ruang Darussalam, Masjid Al – Falah, Surabaya.
“Dalam diskusi nanti, kita ingin mendalami apa yang bisa kita cermati dalam buku yang menceritakan suatu kelompok ekstrimis itu, karena menurut saya buku itu menarik, dan patut kita perbincangkan,” kata Rosdiansyah saat dikonfirmasi SERUJI, Ahad (18/2).
Terkait diskusi, dijelaskan Rosdiansyah yang juga peneliti Jawa Pos Institut Pro Otonomi (JPIP), pihaknya akan menyuguhkan konsep yang banyak menjelaskan isi buku berdasarkan pengalaman negara Nigeria, Afrika Utara.
Diharapkan dari diskusi tersebut dapat dipetik pelajaran dan bagaimana cara membentengi diri supaya kelompok ekstrim itu tidak mewabah di Indonesia.
“Konsep diskusi akan diaplikasikan dalam bedah buku. Maka tentu kita lebih banyak berdialog dan akan ada narasumber yang kita undang, yakni pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama dan PC Muhammadiyah Surabaya, sekaligus mereka turut memberi masukan, namun terlebih saya akan ceritakan isi buku itu berdasarkan pengalaman Negara Nigeria,” pungkasnya.
Acara bedah buku dan diskusi “Boko Haram: The History Of African Jihadist Movement” ini diadakan oleh gerakan Gotong Royong Muslim untuk Media (GMKM). Acara diadakan di Ruang Darussalam, Masjid Al Falah Surabaya, Jalan Raya Darmo 137A, Surabaya, pada Sabtu, 24 Februari 2018, mulai pukul 12.30 WIB sampai dengan selesai.
Acara yang didukung juga oleh SERUJI ini, terbuka untuk umum, pelajar dan mahasiswa. Yang berminat dapat mendaftarkan diri lewat nomor Whatsapp 085646013468 dengan Nia. Hanya tersedia 30 kursi bagi yang berminat menghadiri diskusi yang juga memberikan sertifikat dan doorprize ini. (Devan/Hrn)
