Sesungguhnya kekuasaan manusia berbeda jenis dengan hewan. Hewan “kuasa” membunuh, tapi sebatas melindungi, atau bertahan hidup. Mungkin tak pernah hewan membunuh karena dengki, rasis, dendam. Kekuasaan manusia berbeda karena memiliki kadar kehendak yang lebih besar. Karenanya bumi ini di bawah kendali manusia.

Si atheis yang tidak percaya penciptaan, tentu sangat bangga karena manusia menjadi ras termulia karena paling berkuasa dan kekuasaannya melekat mutlak tanpa campur tangan selain manusia. Lain halnya dengan si orang beriman yang berpandangan bahwa kekuasaan itu amanat yang berat. Segala hal yang berupa kekuasaan selalu berdampak kepada beban tanggungjawab.

Kekuasaan itu berwujud SEGALA HAL yang digunakan manusia mempengaruhi lingkungannya. Uang adalah contoh kekuasan yang bisa dipegang tangan dan dihitung. Berapa banyak orang lain bersedia diperintah gara-gara digaji dengan uang.

Buah dari pohon liar adalah contoh kekuasaan Ilahi yang menggerakkan orang untuk memetik dan memakannya. PENGARUH KATA-KATA dan PERBUATAN juga contoh wujud kekuasaan yang membuat orang suka rela membantunya.

Tetapi kekuasan juga ada yang berwujud kekerasan, tipuan, dan tekanan, sehingga orang dengan hati terpaksa atau secara tidak sadar mematuhinya. Pernah lihat emas? Benda itu hanya sekedar benda mati, tak lebih. Tapi, kilau yang sulit buram pada emas membuat orang terpikat sekaligus tertipu, dan menjadikannya ‘alat kekuasaan’ atas manusia lain.

Saat ini, mungkin sudah tidak terdengar kampanye negatif “JANGAN PILIH SAYA”.  Orang malah berebut kekuasaan dengan kata-kata “PILIHLAH AKU”, bukan dengan kata-kata bijak “bila Anda merasa saya tidak mampu, saya ucapkan terimakasih bila tidak memilih saya!”

Sesungguhnya, semakin tinggi kekuasaan dan keinginan untuk berkuasa, semakin lupa bahwa kekuasaan itu hanyalah titipan amanat, hanyalah ujian hidup. Kecuali orang yang berjihad dan bertekad kuat membantu banyak orang dengan mengorbankan kepentingan dirinya sendiri. Sungguh kasihan mereka yang terpilih karena ingin dipilih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama