Apakah kita suka marah-marah? Mudah marah? Gampang tersulut emosi? Gampang meledak-ledak?

Cobalah untuk cek, apakah emosi yang kita miliki tergolong normal dan wajar? Ataukah kita merasa ada sesuatu hal yang aneh di dalam diri kita yang berkaitan dengan emosi kita?

Untuk menilai apakah emosi kita normal atau tidak, cukup tanyakan pada orang orang sekitar terdekat kita, apakah normal atau tidak keadaan emosi kita? Atau bisa juga dengan berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater untuk menjalani sejumlah tes, apakah emosi yang kita miliki tergolong normal dan wajar atau abnormal.

Abnormal bagaimana maksudnya?

Nah… Bisa jadi tanpa kita sadari, kita mengidap gangguan psikologis yang berkaitan dengan masalah emosi, yang oleh para pakar psikologi disebut sebagai kelainan Borderline Personality Disorder atau disingkat BPD.

Apa itu BPD ?

BPD adalah sebuah kelainan emosi dimana penderitanya kurang atau bahkan sama sekali tidak mampu dalam mengendalikan emosinya (tergantung seberapa parah tingkat penyakitnya).

Orang-orang yang mengidap gangguan ini biasanya tidak hanya mudah marah terhadap orang lain yang dirasa melakukan suatu kesalahan kepada dirinya, akan tetapi ia juga mudah marah terhadap dirinya sendiri ketika ia merasa telah melakukan suatu kesalahan yang mengakibatkan orang lain tersakiti.

Ketika para penderita BPD ini merasa bersalah dan marah terhadap dirinya sendiri, ia bisa melakukan banyak hal untuk menyakiti dirinya sendiri. Ia merasa malu dan rendah diri karena merasa tidak mampu mengendalikan dirinya, kemudian melakukan hal yang gila untuk menghukum dirinya sendiri, melukai dirinya sendiri dan bahkan melakukan bunuh diri.

Bayangkan bila pada suatu hari di hari istimewa kita, tiba-tiba kita mendapati kabar seseorang yang kita cintai meninggal dunia, atau kita terkena tipu orang hingga jutaan rupiah, atau misalnya saja disaat kita sedih tiba-tiba kita dikejutkan oleh sesuatu hal yang membuat kita bahagia, tentu saat-saat seperti itu perasaan yang kita miliki sangat kuat bukan? Marah, kecewa, bahagia, sedih.

Itulah yang dirasakan oleh para penderita gangguan ini. Dan yang membedakan penderita gangguan ini dengan orang-orang normal adalah, kita hanya merasakan emosi-emosi kuat tersebut disaat-saat tertentu yang sangat ekstrim dalam hidup kita, sedangkan para penderita gangguan ini merasakan lonjakan emosi tersebut hampir setiap hari dan setiap saat serta seringkali untuk hal hal maupun alasan alasan yang sangat sepele.

Parahnya, karena kondisi emosi yang labil dan campur aduk, seringkali para penderita penyakit ini sangat tidak mampu dalam hal mengenali emosi yang sedang mereka rasakan. Terkadang mereka bisa tiba tiba marah disaat mereka merasakan ketakutan atau sedih.
Dan kebanyakan dari mereka tidak mampu memahami mengapa mereka dapat bereaksi demikian terhadap situasi-situasi yang sedang mereka hadapi, karena yang mereka tahu hanya marah-marah dan memaki-maki.

Karena emosinya yang sangat kuat, para penderita gangguan ini biasanya ketika menyukai seseorang, maka mereka akan mau berkorban apapun untuk orang tersebut. Saat mencintai dan menyayangi orang tersebut, mereka akan sangat mencintai dan menyayangi. Namun karena emosinya yang labil, mereka bisa tiba tiba saja menyakiti seseorang yang mereka sayangi, bisa mendadak murka, karena tidak memiliki pengendalian diri atas emosinya.

Dan hal itu pula yang membuat para penderita gangguan ini selalu memiliki perasaan bersalah yang sangat kuat dan dalam, serta rasa takut akan kehilangan orang orang yang mereka sayangi.

Tetapi bagaimana cara kita membedakan apakah emosi yang kita atau orang-orang terdekat kita miliki normal, atau termasuk dalam kategori penderita BPD ?

Nah berikut adalah 9 gejala BPD, dan jika terdapat minimal 5 saja gejala terdapat dalam diri kita atau orang orang terdekat kita, maka kemungkinan besar menderita gangguan BPD dan harus segera mendapatkan pertolongan dari psikolog atau psikiater.

1. Sangat takut ditinggalkan atau diabaikan orang lain
2. Tidak memiliki hubungan yang kuat dan stabil dengan orang lain
3. Tidak mampu memahami diri sendiri
4. Impulsif atau suka melakukan sesuatu hal tanpa berpikir panjang
5. Menyakiti diri sendiri
6. Emosi yang mendadak naik turun
7. Merasa hampa
8. Murka
9. Curiga yang berlebihan dan mengarah kepada paranoid

Itulah 9 gejala yang terdapat dalam diri penderita gangguan BPD.

Namun, ada kabar baik bahwa penderita penyakit ini bisa disembuhkan atau setidaknya dapat dikendalikan dengan baik, namun syaratnya harus mendapatkan perawatan dan terapi intensif dari psikolog atau psikiater.

Adapun jenis terapi yang harus dilakukan oleh penderita BPD adalah Dialektika Behavioral Therapy (DBT) yang memang khusus diciptakan untuk penyakit ini.

Dalam terapi ini, penderita akan dilatih untuk mengenali dan mengendalikan emosi dalam diri mereka, sekaligus juga dilatih untuk mengenali dan memahami emosi orang lain. Kemudian mereka juga akan dilatih untuk bagaimana bereaksi dan bersikap wajar terhadap suatu kejadian. Disamping itu penderita juga diberi beberapa resep obat yang harus diminum rutin agar mempercepat penyembuhan. (HA)

*Dilansir dari berbagai sumber psikologi online

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama