WISE 2017: Perkembangan Teknologi dan Medsos Jadi Tantangan Dunia Pendidikan

0
114
WISE 2017
Sheikha Moza Bint Nasser dalam World Innovation Summit for Education (WISE) 2017 di Doha, Qatar. 15-16 Nopember 2017. (Foto: wise-qatar.org)

DOHA, SERUJI.CO.ID – Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi tantangan baru yang dihadapi dunia pendidikan saat ini dan di masa depan. Hal ini menjadi pembahasan utama dalam forum pendidikan dunia World Innovation Summit for Education (WISE) 2017 di Doha, Qatar, yang diselenggarakan pada 15-16 Nopember 2017.

Chairperson Qatar Foundation, Sheikha Moza Bint Nasser saat membuka pertemuan dua tahunan ini menyatakan bahwa dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan politik, perkembangan media, budaya dan teknologi.

“Tantangannya semakin berat ketika retorika politik dimanipulasi secara berlebihan dan media membentuk realitas yang terdistorsi,” kata Sheikha Moza Bint Nasser di Qatar National Convention Center (QNCC), Doha, Rabu (15/11), seperti dikutip dari wise-qatar.org.

Lebih lanjut Sheikha Moza mengatakan, informasi yang disajikan media saat ini berupa kepalsuan yang menyamar sebagai cerita nyata dengan gambar yang menyerupai kebenaran. Alhasil, prinsip dan standar diskursus media pada umumnya telah dikalahkan.

Media sosial pun berubah menjadi wadah aktivitas terorganisir yang menyebarkan propaganda, rumor dan keinginan mengalihkan perhatian orang dari kenyataan dan kebenaran.

Selanjutnya Sheikha Moza menuding bahwa krisis Irak selama 13 tahun melalui cara-cara penipuan dan dalih yang dibuat untuk membenarkan invasi pada tahun 2003. Alih-alih menemukan senjata pemusnah massal, Irak malah hancur.

“Sistem pendidikan Irak, salah satu yang terbaik di wilayah ini pada tahun 1990, hancur total,” ujar Sheikha Moza.

Menurut Sheikha Moza, praktik serupa terjadi di Yaman dan Qatar saat ini. Pemblokadean Qatar sejak 5 Juni lalu dengan menggunakan alasan yang dipaksakan.

Meski begitu, sistem pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai akan menanamkan pentingnya sebuah kebenaran ketimbang kepercayaan pribadi. Untuk memperkuat pendidikan, perlu melakukan reformasi pendidikan, seperti memasukkan media dan literasi informasi ke dalam kurikulum sekolah.

“Siswa akan diberdayakan untuk mengamati wacana media dan memeriksa retorika politik dengan perspektif yang kritis,” kata Sheikha Moza, yang merupakan Ratu Kerajaan Qatar tersebut.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tips Makan Sehat Puasa

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - "Puasalah agar kamu sehat", demikian salah satu hadis Rasulullah berkaitan dengan manfaat puasa bagi yang...

DPR Anggap Polisi Lakukan Pelecehan Karena Jadikan Alquran Sebagai Bukti Terorisme

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid menganggap kepolisian telah melakukan pelecehan pada ummat Islam karena tindakan menjadikan Alquran sebagai barang...

Pertamina TBBM Sei Siak kembali Resmikan Program CSR untuk Masyarakat Tanjung RHU dan Pesisir

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sungai Siak meresmikan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat di kelurahan...

Tebarkan Semangat Kebaikan, Bahagia Bersama Yatim PKPU HI Mulai Bergulir

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Di hari kedua Ramadhan PKPU Human initiative Kaltim menyalurkan program Bahagia Bersama Yatim berupa paket bingkisan, Sebar Al-Quran dan Buka Puasa...

Bupati Malinau Hadiri Panen Padi Perdana PT. MA dan PT. BDMS

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau DR. Yansen TP menghadiri panen padi perdana di lahan pertanian yang dioleh PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara...