Ilustrasi.


oleh
dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam.


“Apa mungkin dokter, saya sakit jantung?” Kata seorang pasien ketika saya beritahu bahwa keluhan nyeri yang dirasakannya berkaitan dengan gangguan penyempitan pembuluh darah jantungnya.

“Saya kan masih muda dok, setahu saya hanya orang tua yang dapat kena serangan jantung,” ungkap pasien seperti tidak percaya.

Beberapa pasien lain waktu saya katakan bahwa dia mengalami gangguan jantung, juga mengungkapkan hal yang sama.

Ada juga pasien yang masih muda ketika saya rujuk ke ahli syaraf, seperti menolak dan tidak percaya bahwa dia mengalami stroke. Alasan dia hanyalah karena usianya masih muda.

“Saya masih terlalu muda”, dan bahwa sakit jantung, stroke adalah penyakit orang tua merupakan salah satu bentuk mitos medis yang masih banyak dipercaya masyarakat kita. Mitos ini barangkali ada kaitannya dengan kenyataan dan pengalaman sehari-hari sebagian masyarakat yang melihat bahwa kebanyakan pasien yang mengalami serangan jantung, stroke itu adalah orang tua. Karena melihat dan mengalami orang tua, nenek, kakek dalam keluarga sendiri. Tetangga, yang menjalani operasi pembuluh darah jantung, yang dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung.

Orang tua, kakek, nenek yang hipertensi, yang lumpuh, kemudian kita beranggapan bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada orang tua. Jadi, kalau Anda masih muda, kemudian diberitahu oleh dokter Anda bahwa Anda misalnya kena serangan jantung, stroke,yang terbayang dalam benak Anda adalah orang tua, kakek-kakek, nenek, atau tetangga yang mengalaminya, sehingga Anda tidak dapat menerimanya.

Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap persepsi Anda tentang penyakit yang Anda derita dan penanganannya.

Penyakit jantung dan stroke memang ada hubungannya dengan risiko umur. Semakin tua Anda kemungkinan Anda menderita penyakit ini lebih besar, tetapi tidak berarti bahwa kalau Anda masih muda, Anda bebas dari ancamannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama