Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

SERUJI.CO.ID – Setiap tahun jutaan orang di dunia ini meninggal karena serangan jantung atau stroke. Penyebab kematian utama juga di Indonesia. Serangan ini sering dianggap yang datang tiba-tibia atau begitu saja tanpa ada gejala peringatan sebelumnya.

Sering pasien atau keluarganya memberi komentar, “sebelumnya tidak ada apa-apa dokter”. Heran, seperti tidak percaya dengan apa yang dialami keluarganya.

Tetapi, seperti diketahui, bahwa sakit terutama penyakit kronis tidak datang begitu saja, dalam 1-2 hari, dalam satu malam, besok pagi anda mengalami serangan jantung, pasti tidak. Tetapi, sebenarnya proses itu sudah berjalan lama sebelum serangan terjadi sebagai hasil dari beberapa faktor risiko, penyebab yang mendasarinya. Padahal penyebab kematian ini suatu penyakit, kematian yang dapat dicegah dihindari atau ditunda terutama dengan perubahan gaya hidup.

Penyakit Jantung Tidak Disebabkan Hanya 1 Faktor

Ilustrasi.


Penyakit jantung, khususnya serangan jantung atau penyakit jantung koroner tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Tidak hanya disebabkan oleh kolesterol yang tinggi seperti anggapan kebanyakan kita sebelumnya.

Karena takutnya dengan kolesterol yang tinggi sebagai penyebab orang sakit jantung, banyak pasien datang konsultasi ke dokter setelah menjalani ‘medical check-up‘ diketahui ada tandang bintang pada hasil laboratoriumnya, kolesterol.

“Kolesterol Saya tinggi dokter,” kata seorang pasien sambil menyodorkan file hasil pemeriksaan MCU nya.

“Saya takut serangan jantung, bagaimana caranya dokter agar bisa turun,” tanya pasien dengan nada cemas.

Saya lihat memang kolesterol totalnya lebih tinggi dari normal, tetapi kolesterol lain dalam batas normal.

Lalu, cerita pasien, karena melihat tanda bintang pada hasil laboratorumnya ini pasien dalam minggu terakhir ini tidak makan daging lagi, apalagi daging yang berlemak. Kalau beli susupun dipilihnya susu rendah lemak, termasuk makanan lain yang mengandung lemak dan berminyak.

Kemudian, setelah saya memeriksa pasien, disamping tekanan darahnya yang tinggi, berat badan pasien di atas normal, sudah termasuk kategori obesitas, bahkan lingkar perutnya jauh lebih lebar dari yang seharusnya. Dan bahkan, pasien juga ternyata perokok berat dan tidak aktif berolahraga, alias gaya hidup santai. Sebagian besar waktunya baik di jalan, kantor, dan di rumah dalam keadaan duduk.

Dan, ketika Saya beritahu bahwa tekanan darah tinggi yang ia derita, kebiasaan merokoknya, perutnya yang buncit, gaya hidupnya yang santai juga dapat menjadi faktor risiko, penyebab dia kemungkinan akan serangan jantung, pasien lama terdiam, seolah-olah tidak percaya.

Lalu, tiba-tiba pasien menjawab.

“Saya memang sudah lama menderita hipertensi, dan selama ini tidak ada masalah, tidak ada gejala apa-apa, merokok juga, dari usia masih muda, tidak ada keluhan juga, dan masalah perut yang buncit, dan aktifitas fisik yang kurang atau jarang berolahraga gimana lagi dokter, makan enak terus, dan saya tidak punya waktu untuk berolahraga,” ungkap pasien dengan mimik tanpa khawatir sama sekali.

Banyak Pasien Khawatir Pada Tingginya Kolesterol Tapi Abai Faktor Risiko Penyakit Jantung Lain

Ilustrasi

Nah, pengalaman saya, banyak pasien khawatir dengan kolesterolnya yang tinggi tetapi abai dengan faktor risiko lain.

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain sehingga kemungkinan seseorang untuk mengalami serangan jantung menjadi lebih besar.

Penelitian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa sekitar setengah dari mereka yang mengalami serangan jantung kadar kolesterolnya tidak tinggi. Dan dr Thomas Yannios, penulis buku ‘The Heart Disease Breakthrough’ melaporkan bahwa 80 persen dari mereka yang mengalami serangan jantung mempunyai total kolesterolnya sama dengan yang tidak mengalaminya.

Dan, menurut studi lain, jika anda hanya mempunyai kolesterol tinggi, atau hanya menderita hipertensi, atau hanya seorang perokok, maka risiko anda mengalami serangan jantung meningkat dua kali lebih besar dibandingkan dengan seseorang yang tidak mempunyai tiga faktor ini. Tetapi bila anda mempunyai dua dari faktor ini, misalnya anda merokok, hipertensi risiko anda lebih besar empat kali. Sedangkan kalau anda mempunyai ke tiganya, kolesterol tinggi, hipertensi, merokok, seperti pasien di atas, risiko anda mengalami serangan jantung meningkat delapan kali lebih besar.

10 Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Ilustrasi.

Jadi, sekali lagi, kolesterol hanya salah satu faktor risiko saja. Banyak faktor risiko lain yang berperan.

Menurut Joseph C.P & Barry A.F dalam bukunya ‘109 Things You Can Do, Prevent, Halt & Reverse Heart Disease’, ada 10 faktor risiko penting penyakit jantung (koroner), yakni;

  1. Kolesterol dan lipid lainnya,
  2. Inflamasi atau peradangan pembuluh darah koroner,
  3. Pembekuan darah,
  4. Berat badan,
  5. Tekanan darah,
  6. Diabetes Mellitus,
  7. Sindroma metabolik,
  8. Kapasitas aerobik,
  9. Merokok,
  10. Personalitas.

Sepuluh faktor risiko ini tidak hanya didasarkan pada hubungan langsung dengan penyakit jantung tapi masing-masing risiko ini berkaitan dengan gaya hidup, dan dapat dicegah.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.