Diet Mediteranean, Diet Sehat untuk Tubuh Kita

SERUJI.CO.ID – Dalam perjalanan dari Barcelona menuju Valencia, Spanyol, kami berhenti di kota Peniscola untuk makan siang. Sampai di restoran lokal yang dituju, yang tidak jauh dari tepi pantai laut mediteranean, dan Castillo de Peniscola, tidak berapa lama kemudian makanan pertama sudah disajikan.

Makanan pertama itu, satu piring penuh aneka sayuran. Ada salad dengan bemacam warna, tomat yang diiris-iris, beberapa buah seperti korma- zaitun, biji-bijian, bawang bombay, dan daging tuna yang dihaluskan. Semua sayur nampaknya sangat segar dan tidak dimasak sama sekali, kelihatannya hanya dituangi minyak olive atau zaitun, dan sejenis bumbu tanpa garam.

Di atas meja saya lihat ada anggur merah, minyak olive, dan kemungkinan cuka yang dikemas dalam botol kecil.

Melihat menu makanan pertama seperti itu, salah satu teman seperjalanan berkomentar, “lama-lama kalau begini terus bisa jadi kambing kita,” sambil berseloroh.


“Sesekali jadi kambing ngak apa-apa, tapi ingat kalau kita ingin sehat dan umur panjang saatnya kita belajar makan seperti ini, jawab saya spontan”.

Pada hidangan berikutnya ada nasi yang dimasak warna kuning dicampur kacang polong, serta ikan salmon dalam piring terpisah. Ikan salmon kemungkinan hanya di steam dan ditaburi merica serta lemon. Selain itu beberapa buah sudah tersedia bersamaan dengan sayur-sayuran yang dihidangkan pertama kali.

Melihat menu makanan ini, saya ingat dengan istilah “Diet Mediteranean”. Suatu pola, gaya makan tradisional yang ditemukan pada penduduk yang tinggal di sekitar laut Mediterranean.

Pola diet ini sangat dikenal mulai tahun 1960-an, ketika itu di Amerika Serikat, kasus kematian akibat penyakit jantung meroket, di daarah sekitar laut Mediterranean ini, seperti Itali, Yunani, Spanyol sebaliknya sangat rendah, padahal mereka mengkonsumsi lemak cukup tinggi. Mereka juga hidup lebih sehat dan umur lebih panjang. Dalam satu penelitian yang pernah saya baca, kalau 46% kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh penyakit jantung, di daerah ini hanya 4%.

Kemudian, mengapa ini bisa demikian?

Ternyata, menurut penelitian, ini berkaitan dengan diet. Diet yang banyak mengandung sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta kacang-kacangan yang dikonsumsi dalam bentuk segar, tanpa diolah, roti dari bahan dasar gandum yang utuh.

Kemudian daging merah yang berasal dari sapi, kambing jarang mereka konsumsi dan juga hanya dalam jumlah sedikit, merupakan alasan penyebab rendahnya kasus penyakit kardiovaskuler di sana.

Ikan, kacang-kacangan sebagai sumber protein juga merupakan factor peting rendahnya kematian akibat jantung. Sumber asam lemak tidak jenuh yang banyak berasal dari minyak olive, dan aktivitas fisik mereka yang cukup tinggi juga berpengaruh terhadap kasus penyakit kardiovaskuler yang rendah ini.

Sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dalam diet Mediterranean ini tidak hanya sekedar pelengkap makanan seperti apa yang biasa kita lakukan. Sayuran dan buah-buahan ini disajikan paling tidak sebanyak 5 kali atau lebih dalam satu hari. Itu juga disajikan dalam bentuk segar, tidak terlalu banyak diolah dan berasal dari produksi lokal sendiri. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit kardiovaskuler, keganasan dan penyakit degeneratif lainnya.

Seperti diketahui, bahwa mereka yang mengkonsumsi banyak buah, sayur akan mempunyai risiko penyakit kardiovaskuler yang lebih kecil. Antioksidan dan vitamin yang banyak didapatkan pada sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta bijian yang disajikan dalam bentuk segar berperan dalam kejadian rendahnya penyakit kardiovaskuler ini.

Serat atau fiber yang banyak didapatkan pada diet Mediterranean ini juga membantu menjaga berat badan normal, mengurangi penyerapan lemak, kolesterol.

Disamping itu, sumber lemak yang terutama berasal dari minyak olive merupakan salah satu penyebab bahwa diet Mediterranean ini sangat baik untuk jantung. Sumber protein yang berasal dari ikan yang hidup dari lautan dalam yang dingin banyak mengandung omega 3 juga berperan terhadap rendahnya kasus kasus penyakit kardiovaskuler di sana.

Jadi, tidak seperti diet-diet lainnya, model diet Mediterranean ini sangat sederhana. Seperti sebuah pyramid, pola diet Mediterranean, bagian dasarnya terdiri dari sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacnagan, kedele, biji-bijian, minyak olive, gandum (whole grain), beras, pasta. Semua ini menjadi bagian terbesar dari menu sehari-hari mereka.

Di bagian atasnya adalah Ikan, seafood, kemudian ayam, telur, mentega, yoghurt, dan di pucaknya adalah daging merah, yang hanya dimakan terbatas sekali dalam sebulan.

Karena itu, mengingat diet Mediterranean yang banyak manfaatnya bagi kesehatan, terutama dalam mencegah penyakit jantung, bahkan juga keganasan, serta diet ini juga sederhana, maka dengan sedikit memodifikasi diet ini sesuai dengan selera lidah dan sumber daya kita, tidak salah juga kita mencoba dan membiasakannya.

Sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan yang selama ini menjadi pelengkap makanan dalam menu kita, diusahakan sekarang menjadi menu utama kita, dan sebaiknya disajikan dalam keadaan segar, atau diolah sedikit saja. Ikan yang juga banyak dalam perairan Indonesia dijadikan sebagai sumber protein penting. InsyAllah kita juga akan menjadi lebih sehat. (Hrn)


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.
close