Puasa, Ukurlah Lebih Dahulu Lingkar Pinggang Anda

Keluhan tidak bisa tidur, pada pasien insomnia juga sangat berkurang, pasien selama menunaikan ibadah puasa merasakan kualitas tidurnya jauh lebih baik. Tidur lebih nyenyak, tidur di mana saja bisa. Coba lihat setelah shalat Dzuhur banyak yang tergeletak tidur seperti bayi.

Dan, pada saat puasa tahun yang lalu, secara iseng sebelum dan sesudah puasa, saya ambil beberapa parameter yang berkaitan dengan status kesehatan saya. Hasilnya sangat mencengangkan saya, berat badan saya berkurang 2,5 kg, dari 69 kg menjadi 66,5 kg, ukuran celana saya otomatis juga mengecil dari 33-34 menjadi 32-33. Berat badan dan ukuran celana ini saya pertahankan sampai sekarang. Saya merasa lebih nyaman, lebih mudah bergerak, dan tentu saja lebih sehat.

Seiring dengan penurunan berat badan, dan ukuran celana saya, kadar lipid lemak saya juga membaik, tekanan darah saya ikut turun. Sesuai dengan teori, penumpukan lemak di sekitar pinggang merupakan prediktor penting kesehatan seseorang. Semakin tebal lemak di lingkar perut, atau semakin besar lingkaran pinggang, maka semakin tinggi pula risiko seseorang menderita hipertensi, hiperlipidemi, hiperinsulinisme, diabetes melitus, serangan jantung, stroke dan sebagainya.

Penelitian yang dilakukan sub bagian Geriatri Ilmu Penyakit Dalam pada tahun 1997 menunjukkan asupan makanan mereka yang berpuasa berkurang rata-rata 12,5 % dibandingkan asupan harian waku tidak puasa. Kalau demikian tentu rata-rata mereka yang berpuasa berat badan, lingkaran perutnya juga akan berkurang, termasuk saya…..hahahaha.


Namun, pada sebagian lainnya malah naik, lingkaran perut bertambah, “kenapa bisa terjadi?” Jawabannya sederhana saja, “asupan makanan kita melebihi apa yang kita butuhkan, atau kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang digunakan”.

Memang pada waktu puasa kita tidak makan, minum siang hari, tapi waktu tiba saatnya berbuka atau sesudahnya, nafsu makan itu kita umbar kembali. Kita hanya seperti sekedar mengalihkan waktu makan siang hari ke malam hari, bahkan total asupan makanan kita bisa lebih besar dari biasanya. Dan, kalau sebelum puasa kita lebih aktif bergerak, pada saat puasa, aktifitas kita jauh berkurang, lebih banyak tidur siang hari. Olahraga yang barangkali kita lakukan sebelum puasa, pada saat puasa dengan bermacam alasan kita lupakan.

Jadi, sudahlah asupan makanan kita lebih banyak pada malam hari, olahraga juga berhenti kita lakukan, tidur siang pun menjadi kesenangan kita, maka tidak heran pula berat badan kita akan bertambah, lingkaran perut juga semakin melar. Seharusnya kalau puasa kita benar, seperti saya katakan di atas, sesuai sunnah Rasulullah, InsyaAllah lingkaran perut kita akan semakin berkurang, dan ukuran celana kita juga akan mengecil.

Karena itu, sebelum puasa dimulai, tidak ada salahnya pula, timbanglah dan ukurlah lebih dahulu lingkaran perut-pinggang Anda, mudah-mudahan nanti setelah puasa ada perubahan yang lebih baik.

Selamat menjalani Ibadah bulan puasa, maaf lahir dan bathin! …Semoga kita termasuk golongan ummat-Nya yang bertaqwa!

(Hrn)


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (2)

Diabetes melitus adalah penyakit kronis, sekali seseorang didiagnosis sebagai penyandangnya, maka pada umumnya penyakit ini akan mendampinginya sepanjang usianya. Dengan kata lain, diabetes ini akan menjadi temannya selamanya.
close