Lalu, berlawanan dengan ketakutan jatuh karena olahraga pada orang tua, penelitian justru menunjukkan bahwa kebanyakan para usia lanjut jatuh terjadinya di rumah dan disebabkan oleh hal-hal sepele, misalnya jatuh dari tempat tidur, jatuh dari kursi, jatuh waktu mau berdiri di toilet, kepleset di kamar mandi, jatuh waktu turun dari kendaraan, atau bahkan hal-hal sederhana yang tidak disangka-sangka.
Saya sering memerima pasien yang jatuh karena hal-hal kecil ini dengan bermacam akibatnya. Ibu saya sendiri pada usia 89 tahun juga jatuh di rumah dengan penyebab yang tidak jelas.
Dan, yang lebih penting lagi untuk diketahui adalah bahwa olahraga pada usia lanjut dapat mencegah kemungkinan risiko jatuh dan tulang patah. Penelitian memang menunjukkan demikian, para usia lanjut yang rutin berolahraga kemungkinan mereka jatuh dan tulang patah lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak aktif.
Apa sebabnya? Banyak alasannya, di antaranya adalah bahwa olahraga akan memperbaiki keseimbangan mereka yang rutin melakukannya —gangguan keseimbangan adalah salah satu penyebab penting para usia lanjut jatuh.
Manfaat olahraga dapat mengurangi penyakit lupa, pikun, meningkatkan kewaspadaan, juga memperkecil kemungkinan para usia lanjut jatuh. Lalu, meningkatnya kepadatan tulang, massa otot terutama tulang, otot penyangga tubuh seperti otot paha, betis, panggul, akan memperkecil kemungkinan para usia lanjut jatuh.
