Malaria: Terlambat Menangani, Kematian Risikonya


SERUJI.CO.ID – Malaria merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyerang sel darah merah. Penyakit ini bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil. Selain itu malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Penyakit ini juga masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia.

Gejala–Gejala Malaria

Demam yang hilang timbul, pada saat demam suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius. pada saat demam hilang disertai dengan menggigil, berkeringat, dan sakit kepala.

Proses Diagnosis Malaria

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala yang muncul yang sering disebut dengan Trias Malaria (panas –menggigil – berkeringat}. Dan pada pemeriksaan laboratorium ditemukan parasit Plasmodium pada apusan darahnya. Bisa juga menggunakan pemeriksaan laboratorium Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).

Klasifikasi Malaria

Ada lima jenis malaria, yaitu:

1. Malaria falsiparum, ditemukan Plasmodium falsiparum.
2. Malaria vivaks ditemukan Plasmodium vivax.
3. Malaria ovale, ditemukan Plasmodium ovale.
4. Malaria malariae, ditemukan Plasmodium malariae.
5. Malaria knowlesi, ditemukan Plasmodium knowlesi

Malaria Pada kehamilan

Diperkirakan di seluruh dunia terdapat 82,6 juta bayi lahir dari ibu yang berisiko terkena malaria falciparum dan/atau malaria vivax, dan 54,4 juta diantaranya terjadi di daerah Asia-Pasifik. Ibu hamil dengan malaria mempunyai risiko terkena anemia, keguguran bahkan bisa meninggal.

Bayi yang dilahirkannya beresiko berat badan lahirnya rendah yang merupakan faktor risiko utama kematian bayi di daerah endemis malaria.

Untuk pencegahan pada ibu hamil yang akan pergi ke daerah endemis malaria, disarankan minum obat doksisiklin 100 mg sekali sehari . obat mulai diminum sejak 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulang dari daerah endemis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengkritisi Strategi Anti-Korupsi Para Capres

Debat capres putaran pertama telah usai. Terlepas paslon mana yang akan keluar sebagai juara dan berhak memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan, tulisan ini ingin mengkritisi ide dan gagasan para paslon seputar pemberantasan korupsi.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close