Makanlah Lebih Sedikit, Anda-pun Akan Lebih Sehat, Usia Lebih Panjang

0
48

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD

SERUJI.CO.ID – Pada tahun 1982, pernah dilakukan penelitian pada binatang percobaan tikus, untuk melihat pengaruh diet rendah kalori terhadap kejadian penyakit, dan usia tikus percobaan. Ratusan tikus jantan kemudian dibagi menjadi dua kelompok, satu grup tikus dibiarkan makan sesuai biasanya, “all you can eat”, sementara pada kelompok lain diberikan makanan hanya dua per tiga dari yang normal dikonsumsi tikus-tikus tersebut .

Kemudian, “apa yang terjadi pada tikus-tikus itu?”

Nah, ternyata kelompok tikus yang mendapatkan makanan “all you can eat”, seperti biasanya, mempunyai rentang hidup maksimal hanya 1000 hari. Dan, kebanyakan mereka meninggal karena penyakit keganasan, penyakit ginjal, dan gangguan jantung. Lain ceritanya dengan kelompok tikus yang mendapatkan porsi makanan yang dibatasi, asupan kalori lebih rendah, makan lebih sedikit. Rata-rata mereka hidup selama 1500 hari, ini 50 % lebih lama dari kelompok pertama yang makan sepuasnya, sesuai dengan kemauannya.

Dan,tidak hanya itu, didapatkan juga hasil yang lebih mencengangkan lagi, tanda-tanda yang biasanya dikaitkan dengan proses penuaan seperti perubahan warna bulu-bulunya, maka perubahan itu lebih lambat muncul dibandingkan kelompok pertama.

Pada usia 3 tahun pun bulu-bulu mereka kelihatan masih sehat, bersih, bercahaya. Tikus-tikus yang mendapat pembatasan asupan kalori juga kelihatan lebih lincah berlari dalam lorong-lorong yang dibuat dalam kandangnya. Disamping itu, didapatkan imunitas tikus-tikus yang lebih kuat, kejadian diabetes, kanker, katarak yang lebih rendah pada kelompok tikus yang dibatasi asupan kalorinya.

Sampai sekarang sudah banyak penelitian yang sama dilakukan pada binatang percobaan lain seperti serangga, mencit, kera yang hasilnya juga memperkuat hasil penelitian sebelumnya.

Lalu, “bagaimana dengan manusia, apakah pembatasan asupan kalori ini juga mempunyai efek yang sama?”

Karena pertimbangan umur manusia yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan binatang percobaan, misalnya tikus, dan pertimbangan praktis dan etika, belum ada penelitian definitif jangka panjang yang dilakukan terhadap manusia. Walaupun demikian, para sukarelawan yang mempraktekan kehidupan dengan asupan rendah kalori ini juga menunjukkan hasil yang sama seperti yang didapatkan pada binatang percobaan.

Jhon Apollos, seorang sukarelawan yang mengikuti penelitian pengaruh pengurangan kalori jangka panjang di Tufts University Boston, 8 bulan setelah mengurangi asupan kalorinya sebesar 25 % mengatakan, “bukan hanya lemak tubuh saya yang mencair, berat badan saya juga turun, Saya sekarang merasa lebih baik, lebih sehat. Dan, kalau usia saya lebih panjang, dan sehat, apakah itu bukan sesuatu yang menarik? Mengapa anda tidak mencobanya?”

Jadi, kalau anda ingin sehat, umur lebih panjang, sesuai dengan hasil penelitian, dan apa yang dialami sukarelawan di atas, kurangilah porsi makanan anda. Kita hidup bukan untuk makan, tetapi makan untuk hidup. Allah pun membeci orang yang memenuhi lambungnya, yang berlebihan baik makan, maupun minumnya. Sabda Rasulullah; tidak akan makan seorang ummatku kecuali hanya untuk sekedar menegakkan tulang punggungnya.

 

*) Penulis adalah dokter spesialis Penyakit Dalam dan pengasuh rubrik “Dokter SERUJI Menjawab“

(Hrn)

Komentar

BACA JUGA
Sekolah Pranikah

Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan mengambil...
Sudirman Said.

Sudirman Optimis Pangkas 13 Persen Kemiskinan Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Sudirman Said optimistis memangkas angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini masih mencapai 13 persen menjadi 6 persen nantinya...

Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, PBB Akan Ajukan Gugatan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tidak...
AHY

Demokrat Tunjuk Agus Harimurti Sebagai Kogasma

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk persiapan Pemilu 2019 serta memenangkan Pilkada Serentak 2018...

Rute Wisata Transjakarta Ditambah Selama Asian Games

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah rute wisata bus Transjakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. "Selama berlangsung Asian Games, kami akan menambah...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...