obesitas
Ilustrasi - Anak Obesitas (kanan).


oleh
dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam.


“Kok saya jadi gemuk dan buncit sekarag dokter?” kata seorang pasien suatu sore di ruang praktik, seperti bertanya dan agak heran. Belum sempat saya menjawab, Ibu muda ini sudah melanjutkan keheranannya, saya hanya makan sedikit dokter, segini saja, sambil menunjukkan genggamannya.”

Pasien, yang masih berusia 32 tahun dan tenyata baru punya 2 anak putri ini, cukup lama bercerita tentang perutnya yang mulai membesar itu. Seperti ingin meyakinkan saya bahwa dia benar-benar makan sedikit, berulang kali dia menunjukkan genggamannya, bahwa dia makan nasi sebanyak ujung genggamannya itu. Lalu, sambil berdiri pasien yang masih muda dan cantik itu, memperlihatkan perutnya, “ini dokter, perut saya sudah besar, apalagi kalau dilihat dari samping di depan kaca, kelihatan sekali dokter”, ungkap pasien denga mimik yang sangat khawatir dengan penampilan perutnya yang seperti itu. Saya tidak tahu pasti apa yang menyebabkan dia cemas seperti itu. Biasanya tidak lebih dari persoalan kecantikannya, tubuh yang tidak seksi lagi. Jarang saya mendengar dari pasien, bahwa kekhawatiran perut yang semakin membuncit itu berhubungan dengan ancaman kesehatannya.

Saya lihat sepintas memang perutnya menonjol, bahkapn jauh lebih maju ke depan dari dadanya yang kelihatan juga besar. Lipatan-lipatan kulit berlemak yang tebal juga sangat jelas terlihat dari luar bajunya

Nah, sehubungan dengan keluhan ini, saya juga heran, kalau memang dia makan hanya segenggam nasi seperti yang dicontohkannya, mengapa dia bisa segemuk itu, bisik saya dalam hati. Lalu, “berapa kali Anda makan dalam sehari?” tanya saya.

“Makan nasi 2-3 kali dokter, bahkan bisa kurang. Kadang-kadang saya tidak sarapan atau tidak makan malam dokter”, jawab pasien.

Lalu, “Anda tidak makan yang lain?”

Agak lama pasien ini baru menjawab, “kalau yang lain pasti ada dokter”, ujarnya

“Makan apa saja?”…… “Dan, kalau minum, suka minum apa juga ?” Sambung saya

Pasien kelihatan agak ragu menjawab, barangkali mencoba mengingat makanan dan minuman yag selama ini dikonsumsinya

“Aduh, dokter, kalau makanan-makanan cemilan, kue, gorengan, kerupuk-kerupuk, dan semacam itu saya doyan sekali. Minuman yang manis, minuman kaleng, soda hobi saya dokter, dan saya belum merasa puas kalau habis makan tidak minum minuman seperti itu. Bahka kalau sedang nonton TV, gorengan satu piring, kerupuk satu mangkok, atau apapun yag ada di atas meja waktu itu, habis saya makan dokter”, ungkap pasien

“Jadi, Anda menganggap itu semua bukan sebagai makanan, yang dapat membuat Anda semakin gemuk?”

“Hmmm, saya pikir begitu dokter”, ujar pasien sambil senyum

“Ya, banyak pasien lain beranggapan seperti itu. Hanya nasi yang menyebabkan seseorang menjadi gemuk, mau makan yang lain boleh-boleh saja. Bahkan, bila makan di luar, apapun bentuknya kadang-kadang tidak ada pengaruhnya. Minuman seperti teh manis, juis, minuman kaleng, dianggap juga demikian. Padahal, apapun yang masuk ke dalam mulut, kemudian ditelan, selain air putih, dapat membuat seseorang jadi gemuk, karena, semua makanan, minuman itu adalah sumber enerji tubuh. Dan, ingat di manca negara seperti Amerika, Canada, Eropa penduduknya hanya sedikit mengonsumsi nasi, makanan pokoknya adalah roti, kentang. Ternyata angka penduduk yang obes t tinggi sekali. Begitu juga sebagian penduduk Afrika yang mengonsumsi jagung, ubi, singkong sebagai makanan pokoknya.

Nah, mengapa seseorang bisa gemuk?

Secara gamblang, bila enerji, atau tenaga, kalori yang masuk lebih besar dari kalori yag digunakan, atau kalori keluaran, maka berat badan anda akan bertambah. Sebagai contoh sederhana, andaikan tubuh itu dapat diibaratkan sebuah mobil, bila bahan bakar yang Anda isi melebihi yang digunakan, maka bahan bakar itu akan melimpah dari tanki mobil Anda.

Sayangnya, itu kalau mobil, bila kita, manusia sendiri, kelebihan energi dari makanan yang kita konsumsi, tubuh tidak akan membuangnya begitu saja, malah menyimpannya. Tubuh menyimpannya, salah satunya dalam bentuk lemak yang menumpuk di rongga perut Ibuk itu. Energi itu bisa diperoleh darimana dan dari apa saja. Setiap yang masuk ke dalam mulut kita, kecuali air putih, dapat menjadi sumber energi, dan menjadi saham perut semakin buncit Saya mencoba menerangkan dengan sederhana.

“Jadi, anda gemuk, perut membuncit, prinsipnya terjadi karena itu, Anda makan sedikit sekalipun, bila melebihi kebutuhan yang diperlukan, apapun alasannya, maka Anda lama-lama akan gemuk”, celoteh saya sambil mengukur lingkaran pinggangnya yang sudah mencapai lebih dari 90 cm—-

hhmmmm, ini bukan mulai besar lagi, tetapi memang sudah sangat besar, gumam saya dalam hati.

*) Penulis adalah dokter spesialis Penyakit Dalam dan pengasuh rubrik “Dokter SERUJI Menjawab“

(Hrn)

BAGIKAN
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Gempa Banten

PMI Sukabumi Siapkan Tim Evakuasi Korban Gempa

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyiapkan tim evakuasi korban gempa bumi pascabencana gempa tektonik yang berpusat di Kabupaten...
China International Import Expo

Durian Sumut Pasar Potensial di China International Import Expo

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Durian asal Sumatera Utara merupakan buah yang sangat potensial dipromosikan di Tiongkok. Sumut dapat memanfaatkan penyelenggaraan China International Import Expo (CIIE) di...
gempa di banten

Gempa Banten Terasa Hingga Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Guncangan gempa tektonik berkekuatan 6,4 skala Richter di Barat Daya Lebak, Banten, terasa hingga wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (23/1)...
Pilgub Jatim 2018

Tim Koalisi Parpol Akan Gelar Rakor Strategi Pemenangan Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai pendukung pasangan Khofifah-Emil dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas strategi pemenangan pasangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim...
Gempa Banten

Gempa Tektonik di Lebak Hancurkan 311 Rumah

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, hingga menghancurkan sebanyak 311 rumah tersebar di 12 kecamatan. Pusat gempa...
loading...

Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Abu Dzar al Ghifari merupakan salah satu sahabat yang pertama memeluk islam yang disebut “assabiqunal awwalun”. Dia berasal dari bani Ghifar, sebuah suku yang...

Presiden lupa dengan janji-janjinya, Abai terhadap Rakyatnya

(Lupa Menyebabkan Manusia Abai akan Akhirat) Pada dasanya, manusia itu “pelupa”. Inilah sebabnya, Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk menulis perjanijan di antara mereka, dengan...
Pariwisata Bali

Sisi Lain Pariwisata Bali

Ketika mendengar nama Bali, orang akan membayangkan pantai Kuta yang Indah dengan para bule berjemur memakai bikini. Ditengah hamparan pasir pantai yang landai dan...