Kemenkes: Penurunan Prevalensi Merokok Turunkan Biaya Kesehatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Theresia Sandra Diah Ratih mengatakan penurunan prevalensi merokok terbukti dapat mengurangi biaya pelayanan kesehatan akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Penurunan prevalensi merokok juga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mengurangi disparitas kesehatan,” ujarnya dalam sebuah pertemuan yang diadakan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (4/6).

Ia menambahkan penurunan prevalensi merokok juga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mengalokasikan pendapatan mereka yang terbatas untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pola konsumsi mereka.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2016 rokok memberikan sumbangan kedua terbesar terhadap garis kemiskinan di perdesaan sebesar 10,70 persen setelah beras yang berada pada persentase 25,35 persen.

“Di Amerika Serikat dan Perancis, tingkat kematian akibat kanker paru menurun sebagai hasil pelaksanaan kebijakan pengendalian tembakau, termasuk peningkatan cukai rokok,” tuturnya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menyarankan agar tarif cukai hasil tembakau ditingkatkan dengan tinggi di atas inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar harga rokok semakin tidak terjangkau dan prevalensi merokok menurun.

Kementerian Kesehatan mengadakan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Pajak dan Cukai Tembakau. Selain Sandra, pembicara yang lain adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Abdillah Ahsan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER