close

Jadi Sukarelawan, Kakek-Nenek ini Makin Sehat dan Awet Muda

SERUJI.CO.ID – Tidak jauh dari tempat saya menginap, di Mississauaga, Canada, ada pertigaan yang cukup ramai, terutama pagi hari. Karena banyak anak-anak sekolah yang menyeberang di sana. Di tengah-tengah lalu lalang anak-anak sekolah itu, waktu saya jogging pagi hari, selalu saya lihat dua orang tua laki-laki dan perempuan yang membantu anak-anak sekolah yang akan menyeberang.

Kedua orang tua ini saya lihat sangat lincah, seperti tidak mengenal lelah bolak-balik antara kedua sisi jalan. Dengan pakaiannya yang khas dan bendera kecil di tangannya, mengawal setiap kali anak-anak yang akan menyeberang. Tampak sekali mereka menikmati aktivitasnya. Sesekali saya lihat mereka membelai kepala anak-anak itu sambil mengantarnya ke seberang.

Penasaran dengan mereka, –suatu pagi saya sengaja menunggu aktifitas mereka selesai dan waktu mereka mau pulang–, saya menyapa dan mendekatinya.

Dan, ternyata mereka adalah sepasang suami-istri dengan satu anak dan dua orang cucu yang tinggal di kota lain. Mereka sendiri tinggal di sebuah apartemen sekitar dua mil dari tempat kerja sukarela ini. Dengan mendayung sepeda, hampir setiap pagi sepasang suami-istri ini bolak-balik ke sini.

Loading...

Waktu saya tanya, “Sudah berapa lama melakukan aktivitas ini?”

“Woow, sudah lama sekali, beberapa tahun setelah kami pensiun, lebih dari 10 tahun yang lalu,” jawab mereka dengan penuh semangat.

Tergambar dari mimik mereka bahwa mereka senang sekali dan bangga dengan profesi baru ini.

“Kalau begitu berapa usia Anda sekarang?” tanya saya lagi penuh heran.

Sebelum sang kakek menjawab, hati saya sudah lebih dulu berbisik, “Beberapa tahun setelah pensiun, pensiun umur 65 tahun, dan sudah lebih dari 10 tahun menjalani ini, berarti usia mereka sekitar 80 tahun, atau mungkin lebih.”

“Saya sudah 80 tahun lebih, dan istri saya tahun depan ulang tahun ke-80,” jawabya sambil senyum memandang ke arah istrinya dan memegang pundaknya.

Tidak kelihatan sedikit pun bayangan usia mereka yang sudah mencapai 80 tahun di wajah mereka. Raut muka mereka masih kelihatan segar, apalagi waktu pasangan ini tersenyum dan muka yang basah oleh keringat.

“Sudah 80 tahun lebih?” saya bertanya setengah tidak percaya.

“Ya, memang kenapa?” “Untuk apa saya berbohong?” cetusnya, sambil memgangkat bahunya.

“Oh, tidak, bukan begitu. Anda jauh kelihatan lebih muda dari usia yang sebenarnya. Saya kira baru 65-70 tahun. Saya heran saja kenapa bisa begitu.”

Hahahha, sambil ketawa lebar, sekali lagi dia mengangkat bahunya.

“Saya tidak tahu, tapi barangkali ada hubungannya dengan aktivitas kami membantu anak-anak menyeberang ini. Kami sangat senang sekali, dan menikmatinya. Hampir setiap pagi kami ke sini, 2 miles dari aparteman kami, kami naik sepeda. Sekitar 1 jam kami di sini, baru pulang ke apartemen,” ungkap istrinya yang ternyata pensiunan perawat di sana.

“Kadang-kadang kalau hari libur, kami juga pergi ke panti jompo, membantu dan mendampingi mereka,” sang suami menimpali.

Hhmmm. Sambil menganggukkan kepala, saya berpikir, memang inilah yang membuat mereka sehat, awet muda, dan panjang umur. Banyak bergerak, aktif, suka memberi, membantu orang lain dengan ikhlas, dan menikmati semua aktivitas mereka itu.

Sepasang kakek-nenek ini saya lihat memang sehat sekali. Wajah mereka juga kelihatan jauh lebih muda. Dua miles bersepeda pulang-pergi, membantu menyeberangkan anak-anak sekitar satu jam, hanya jeda waktu lampu merah. Ditambah aktivitas fisik lain di rumah, suatu aktivitas fisik yang sangat luar biasa bagi seseorang yang seusia itu.

Lalu, kebayang juga oleh saya, andaikan suami-istri ini, setelah pensiun, hanya duduk di atas sofa, nonton TV atau di depan komputer. Atau, duduk di balkon apartemen melihat orang yang lalu lalang di jalan sambil merokok, makan, ngemil junk food, minum minuman kaleng, kebiasaan yang sering juga saya lihat pada para pensiunan di sana…. “Apakah yang akan terjadi pada mereka? Apakah mereka masih mampu menggenjot sepeda sejauh 4 miles setiap hari, 1 jam berjalan, boleh dikatakan tanpa jeda membantu anak-anak menyeberang?”

Saya yakin, kemungkinan itu sangat kecil, dan, bahkan sebaliknya yang akan terjadi. Risiko kemungkinan suami-istri itu akan berakhir duduk di atas kursi roda, keluar-masuk rumah sakit, ruang praktek dokter, karena cacat akibat stroke, jatuh dengan fraktur tulang, komplikasi diabetes, hipertensi, stress, dan sebagainya akan lebih besar.

Dan, seperti sepasang kakek-nenek di atas, yang tetap sehat, bahkan kelihatan jauh lebih muda dari usia kronologis sebenarnya. Dengan aktivitas kerja sukarela, penelitian juga menunjukkan hal serupa. Menjadi sukarelawan, yang bekerja dengan ikhlas, tanpa pamrih, yang mengorbankan waktunya untuk orang lain, tidak hanya membuat mentalnya lebih sehat, tetapi juga fisik dan sosial.

Para pekerja sekarelawan ternyata punya harapan hidup lebih panjang. Mereka juga lebih mudah mengelola stress, merasa hidup berguna, mempunyai hubungan sosial yang lebih sehat, dan hidup lebih bahagia. Bekerja sebagai sukarelawan, khususnya pada usia lanjut, membantu mengontrol tekanan darah dengan segala akibatnya. Ini ada kaitannya dengan aktivitas fisik yang mereka lakukan, dan kebiasaan sehat lain yang mewarnai kehidupan sehari-harinya.

Dan yang sangat pasti, menjadi sukarelawan mencegah Anda dari keterasingan, dan kesepian. Suatu pengalaman dan perasaan yang sering menghantui kehidupan para usia lanjut. Perasaan keterasingan, kesepian, merasa tidak berguna ini sangat membunuh.

Karena itu, jangan ragu meluangkan waktu, fikiran, tenaga, dan bahkan harta Anda untuk kepentingan orang lain, siapapun mereka, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Anda. InSyaa Allah Anda akan lebih sehat, dan surga pun akan menanti Anda.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.
loading...
Irsyal Rusad
Dokter spesialis penyakit dalam
Loading...

4 KOMENTAR

  1. Ternyata ini kuncinya, sesuai dg ajaran islam ya….

    Hhmmm. Sambil menganggukkan kepala, saya berpikir, memang inilah yang membuat mereka sehat, awet muda, dan panjang umur. Banyak bergerak, aktif, suka memberi, membantu orang lain dengan ikhlas, dan menikmati semua aktivitas mereka itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ingin Turunkan Berat Badan? Inilah Prinsip Dasarnya!

Berat badan akan turun bila kalori yang digunakan melebihi kalori yang masuk, atau kalori yang kita bakar lebih banyak dari kalori yang dihasilkan tubuh dari makanan yang dikonsumsi.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (2)

Diabetes melitus adalah penyakit kronis, sekali seseorang didiagnosis sebagai penyandangnya, maka pada umumnya penyakit ini akan mendampinginya sepanjang usianya. Dengan kata lain, diabetes ini akan menjadi temannya selamanya.

Tahukah Anda, Fleksibel itu Menyehatkan ?

Kekakuan itu ialah tanda kematian, sebaliknya, fleksibilitas atau kelenturan itu adalah kehidupan.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (1)

Ini tergambar dari perkiraan jumlah penderita diabetes melitus pada tahun 1985 yang hanya sekitar 30 juta, meningkat menjadi 366 juta pada tahun 2011. Dan diperkirakan akan mencapai 592 juta orang pada tahun 2035 akan hidup dengan diabetes melitus.

TERPOPULER

Ingin Turunkan Berat Badan? Inilah Prinsip Dasarnya!

Berat badan akan turun bila kalori yang digunakan melebihi kalori yang masuk, atau kalori yang kita bakar lebih banyak dari kalori yang dihasilkan tubuh dari makanan yang dikonsumsi.