2. Olahraga dapat mencegah risiko penyakit-penyakit yang terkait dengan penuaan.
Aktivitas fisik seperti jogging, lari, sepeda, renang, yang dikenal juga dengan olahraga aerobik atau olahraga kardiovaskuler, berpengaruh positif terhadap sistem kardiovaskuler Anda. SistEm kardiovaskuler yang baik meningkatkan kemampuan tubuh menggunakan oksigen, dan mendistribusikannya lebih baik pula ke seluruh tubuh. Sehingga, kalau anda mungkin perlu berjalan lebih cepat, berlari kecil sambil mendorong bagasi anda ketika khawatir ketinggalan pesawat, bermain kejar-kejaran dengan cucu anda, harus naik tangga beberapa lantai, napas Anda tidak akan cepat memburu. Kalau Anda dapat melakukan ini, walau usia Anda sudah 70 tahun lebih, Anda berarti masih muda
Olahraga kardiovaskuler menurut penelitian juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kolesterol jahat (LDL), yang membantu memproteksi penyakit jantung koroner. Olahraga juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi risiko pertambahan berat badan, menurunkan risiko diabetes, dan mengurangi inflamasi yang dianggap berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis yang sering ditemui bersamaan dengan bertambahnya usia.
Seperti diketahui, dengan meningkatnya usia seseorang ada kecendrungan berat badan yang semakin bertambah. Pada laki-laki mencolok terlihat dengan perut yang semakin buncit, dan biasanya mulai pada usia 30-40 tahun, dan pada wanita kecenderungan ini terjadi setelah menopause. Peningkatan berat badan karena penumpukan lemak dalam rongga perut ini yang dikenal sebagai intra abdominal fat ini merupakan faktor risiko penting penyakit kronis, seperti sindroma metabolic, diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskuler, Alzheimer’s dan bahkan keganasan.
Jadi, kalau beberapa penyakit kronis yang menjadi penyebab utama kesakitan, dan kematian seiring dengan bertambahnya usia kita dapat dicegah, ditunda, maka tanda-tanda penuaan seperti cacat, pikun akibat komplikasinya juga dapat dihindari, atau pailng tidak ditunda.
