Ini Manfaat Jika Rutin Cek Kesehatan

JAKARTA – Rutin mengecek kesehatan secara berkala dinilai paling efektif untuk mencegah munculnya berbagai penyakit tidak menular dengan mendeteksinya sedini mungkin.

“Rutinkan menimbang berat badan, ukur lingkar perut, cek tekanan darah dan gula darah,” kata Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr dr Ari Fachrial Syam, Sp.PD, K-GEH seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (29/8).

Ari juga menyatakan bahwa penyakit tidak menular seringkali muncul diam-diam dan tanpa gejala, namun tetap menyimpan potensi bahaya yang luar biasa. Karena itulah, penyakit tidak menular seperti stroke, sakit jantung, hipertensi, diabetes dan lainnya dijuluki “silent killer”.

Oleh karena itu Ari menganjurkan masyarakat peka terhadap tubuh yang sudah memberikan sinyal sebelum termanifestasi berupa tanda atau gejala. Untuk menangkap sinyal tersebut, dapat dilakukan melalui cek kesehatan secara berkala.

Dia menekankan bahwa pencegahan penyakit tidak menular perlu dilakukan sedini mungkin. Fokusnya adalah jangan sampai muncul tanda atau gejala penyakit tidak menular.

“Kalau sudah muncul nyeri sendi, nyeri dada, dan gejala penyakit tidak menular lainnya, sudah terlambat sebenarnya. Sudah muncul tanda dan gejala itu artinya faktor risiko sudah berlangsung sejak lama,” kata Ari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close