Imunisasi HiB Cegah Radang Selaput Otak

Imunisasi HiB merupakan upaya untuk mencegah beberapa penyakit yang disebabkan oleh kuman Haemophylus Influenza type B. Diantaranya Meningitis atau radang selaput otak, dan Pneumonia atau radang paru-paru. Kuman ini juga dapat menginfeksi darah, sendi maupun tulang.

Penyakit Meningitis merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi dan dapat menular. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan umur berapa saja, namun paling sering ditemukan pada bayi dengan usia kurang dari 6 bulan terutama pada bayi baru lahir. Penyebab dari penyakit ini sangat beragam bisa karena bakteri, virus, jamur maupun parasit. Imunisasi HiB hanya bisa mencegah meningitis yang disebabkan oleh kuman Haemophilus Influenza type B.

Imunisasi HiB ini seringkali juga disebut sebagai imunisasi meningitis. Terdapat dua jenis vaksin Meningitis di Indonesia, yaitu vaksin Meningokokus Polysakarida Konjugasi dalam bentuk liquid dan vaksin Meningokokus Konjugat.

Vaksin Meningokokus Polisakarida berasal dari bakteri Haemophlylus Influenza type B yang ditumbuhkan pada media tertentu, dan kemudian dimurnikan melalui serangkaian tahap ultrafiltrasi.

Vaksin meningokokus polysakarida bisa diberikan kepada anak usia 2 bulan keatas dan akan mampu memberi perlindungan sebesar 90-95 persen. Untuk anak dengan usia di bawah 5 tahun, vaksin ini bisa melindungi 1-3 tahun. Sedangkan untuk dewasa akan melindungi selama 3-5 tahun.

Vaksin polysakarida konjugasi dapat diberikan tersendiri atau dikombinasikan dengan vaksin lain seperi; DPT (tetravalent) atau DPT-HB (pentavalent) atau DPT-HB-IPV (heksavalent), yang merupakan vaksin yang masuk dalam program imunisasi wajib pada bayi dan bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas di seluruh Indonesia.

Simak: Pengadilan Semarang Memvonis Penista Agama 1 Tahun 6 Bulan

Sedangka vaksin mengingokokus konjugat hanya untuk usia 11-55 tahun, merupakan vaksin yang digunakan oleh pemerintah pada program imunisasi meningitis pada calon jamaah haji atau umroh, dan belum tersedia gratis.

Imunisasi HiB diberikan dengan cara disuntikkan dibagian paha bayi. Imunisasi HiB pada bayi diberikan 3 kali pada usia 2,3 dan 4 bulan bersamaan dengan imunisasi DPT-HB. Kemudian imunisasi diulang kembali saat anak berusia 18 bulan.

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.