MENU

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (ADHD)

Oleh: Dr. Nevi Hidayati SpKJ, Spesialis Kejiawaan

SERUJI.CO.ID – Hiperaktivitas, Attention Deficit, Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan akibat penyimpangan perkembangan otak, gangguan neurodevelopmental, yang diderita oleh 3-10 % populasi. Gejala gangguan ini biasanya telah terlihat pada saat anak berusia di bawah enam tahun, dan sekitar setengahnya masih dapat terlihat pada usia remaja bahkan dewasa, meski kurang lengkap.

Gejala ADHD dapat teramati pada saat bayi, namun umumnya baru dikeluhkan saat anak mulai bersekolah dan mendapatkan tugas-tugas yang memerlukan fokus dan perhatian. Bayi dengan ADHD lebih sensitive terhadap stimulus, cahaya, suara, perubahan suhu, dan umumnya lebih banyak bergerak, lebih banyak menangis, lebih sedikit tidur, dan lebih lambat pertumbuhannya pada bulan-bulan pertama dibanding anak seusianya.

Pada usia selanjutnya ADHD akan nampak lebih jelas dengan tiga serangkai gejala yaitu inatensi: kurangnya kemampuan memusatkan dan mempertahankan perhatian; hiperaktifitas: perilaku aktif yang berlebihan; dan impulsivitas: ketidakmampuan mengendalikan hasrat/dorongan.

Inatensi menyebabkan anak kurang memperhatikan detail. Ia seolah tidak mau mendengar, dan mudah teralih perhatiannya, sehingga gagal menyelesaikan tugas -tugasnya, ceroboh, pelupa, sering kehilangan barang-barang, dan tidak teratur.

Hiperaktivitas menyebabkan anak terlihat banyak bergerak, tidak bisa diam atau duduk tenang. Di dalam kelas akan terlihat selalu berpindah-pindah tempat, berlarian saat pelajaran berlangsung, banyak bersuara. Di luar kelas akan nampak sulit bermain sendiri dengan tenang. Anak dapat nampak lebih tenang apabila melakukan aktifitas tertentu yang menjadi kegemarannya, misalnya bermain gawai, atau menonton film kartun.

Impulsivitas terlihat sebagai kebiasaan bertindak tanpa berpikir, kurang dapat mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan, dan tidak dapat menunda untuk mendapatkan kepuasan. Hal ini menyebabkan anak nampak banyak bicara; tidak bisa menunggu giliran; dan sering menyela pembicaraan; sering memilih perilaku berisiko, seperti mengebut, melakukan tindakan berbahaya, merebut barang milik orang lain, dan menyebabkan perkelahian, atau cidera.

Gejala-gejala tersebut di atas seringkali disertai dengan tampilan emosi yang labil, diperparah dengan labelling dan respons negatif dari lingkungan, menyebabkan penderita memiliki konsep diri yang buruk, kurang percaya diri dan akhirnya memperparah perilaku agresifnya.

Pada usia pra sekolah manifestasi perilaku yang menonjol adalah hiperaktifitas dan impulsivitas. Inatensi merupakan gejala yang lebih menonjol pada usia sekolah. Pada remaja inatensi masih nyata, namun hiperaktifitas dan impulsivitas umumnya mulai kurang nampak. Remaja dengan ADHD akan kesulitan memenuhi tuntutan akademik, nampak kurang komunikatif, moody, merasa bahwa dirinya tidak tenang, gampang bosan atau teralih, dan dapat terlibat perilaku seksual berisiko, atau penggunaan NAPZA. ADHD pada dewasa menyebabkannya nampak tidak memperdulikan perkataan orang lain, suka mengebut, emosional, dan banyak bicara, dan banyak terlibat konflik, dan mengalami berbagai masalah sosial penyerta.

Modalitas utama terapi ADHD hingga saat ini adalah dengan menggunakan obat, utamanya jenis stimulansia, yang harus diresepkan dan dipantau penggunaanya oleh dokter. Namun demikian, tambahan intervensi psikososial menyebabkan capaian terapi yang lebih memuaskan. Intervensi psikososial ini dapat berupa terapi okupasi, terapi perilaku, terapi kelompok, dan pelatihan untuk orangtua. Olahraga, utamanya senam pagi, juga terbukti dapat membantu mengurangi gejala ADHD pada anak. Terapi diet yang sehat yang sesuai kebutuhan anak, layak dilakukan, meskipun hasilnya masih belum sesuai harapan.


oleh:
dr. Antina Nevi Hidayati SpKJ, spesialis Kejiwaan


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER