Eksploitasi Pasien Yang Tidak Etis

7

Jakarta, Seruji.com– Pagi ini saya melihat di sebuah status Fb, seorang pasien sedang terbaring di sebuah tempat tidur suatu Rumah Sakit. Wajahnya terpampang jelas, dengan luka memar, lebam di seluruh wajahnya.

Menurut satu berita sang pasien adalah korban kekerasan, entah betul atau tidak, akibat pengeroyokan  anggota organisasi massa. Sementara dari informasi lain, karena adu jotos satu lawan satu dengan anggota organisasi massa tersebut.

Lalu, “mana yang benar?” Entahlah, sangat sulit untuk memastikannya, karena dalam beberapa tahun terakhir ini mencari informasi yang akurat tidak mudah.  Kebanyakan media sekarang dalam memberitakan suatu kejadian kelihatannya juga sudah tidak objektif, mereka juga sudah berpihak. Tapi, saya kok lebih percaya, bahwa pasien mengalami itu akibat adu jotos satu lawan satu. Kalau dia dikroyok, bagian tubuh yang lain biasanya juga akan jadi sasaran pukulan, tendangan.

Dan, disamping itu ada sesuatu yang tidak etis saya lihat dalam pemberitaaan ini. Pasien diambil fotonya dalam beberapa posisi dan bahkan pakaian nya pun diganti. Wajahnya yang babak belur  kemudian menjadi latar belakang beberapa foto mereka yang membesuknya, termasuk salah satu Calon peserta PilGUB DKI dan pendukungnya juga dengan bermacam pose, yang siapapun tahu bahwa ada upaya menggunakan kejadian ini sebagai arena mencari simpati dan kampanye.

Nah, yang menjadi pertanyaan saya adalah, “apakah menjadikan orang yang sedang sakit, yang tengah terbaring di tempat tidur (pasien) sebagai kesempatan untuk mencari simpati, apalagi kampanye, bolehkah secara etis?”…. Setahu saya, mengekpos wajah pasien saja secara terbuka sebaiknya dihindari. Hmmmm, ini adalah salah satu bentuk eksploitasi orang sakit (pasien) untuk kepentingan  orang lain. (Irsyal Rusad/praktisi kesehatan)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama