Cegah Penyakit Difteri, Lengkapi Imunisasi Anak

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak untuk mencegah penyakit difteri yang saat ini mewabah di 20 provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis (7/12), mengatakan meskipun hingga saat ini kasus penyakit difteri di Kota Mataram dan NTB pada umumnya belum ditemukan tapi upaya antisipasi harus tetap dilakukan.

“Pasalnya, penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa setidaknya di 20 provinsi,” katanya.

Penyakit difteri, menurutnya, bisa dicebah dengan imunisasi DPT sebanyak tiga kali yakni pada umur 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan, untuk menunjang kekebalan tubuh.

Imunisasi DPT merupakan salah satu jenis bentuk vaksinasi yang wajib diberikan kepada bayi diĀ  bawah lima tahun (balita), karena penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Oleh karena itu, pemberian imunisasi DPT sebaiknya tidak dilewatkan,” katanya.

Menurutnya, salah satu penyebab munculnya penyakit difteri karena kekebalan tubuh anak kurang, sebab sesuai dengan pernyataan dari Menteri Kesehatan menyebutkan cakupan imunisasi anak di Indonesia di bawah 95 persen.

“Itulah yang menjadi sumber peluang terjadinya penyakit difteri. Untuk itu masyarakat harus antusias membawa anak-anaknya ke layanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi lengkap,” katanya.

Pasalnya ketika bakteri corynebacterium diptheriae sudah melekat ke gigi, maka bisa menutup saluran pernafasan sehingga anak gagal nafas dan meninggal. Bahkan ada juga yang efeknya ke jantung.

“Kita berharap kasus penyakit difteri tidak akan pernah ditemukan di NTB. Ayo imunisasi anak ke posyandu dan pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.

Selain itu, Usman juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan masyarakat sehat. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER