Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Bersyukurlah, Andapun Akan Lebih Sehat

0
13

Jakarta, Seruji.com- Beberapa hari yang lalu ada seorang pasien yang harus diamputasi kaki kanannya karena komplikasi ulkus diabetikum. Pasien seorang lelaki yang masih relatif muda, sekitar 45 tahun. Anda mungkin dapat membayangkan bagaimana reaksi pasien dan keluarganya ketika pilihan amputasi ini disampaikan untuk mengatasi infeksi di kakinya itu.

Memang ini pilihan yang sulit bagi pasien dan keluarganya, antara kehilangan kaki dan menyebarnya infeksi yang bisa mengancam nyawanya. Terpancar di wajah pasien, dan keluarganya , kekecewaan, perasaan sedih, perasaan berat menerima kenyataan seperti itu. Saya kira,  siapapun yang mengalaminya, mungkin akan memberikan reaksi yang sama. Bagi seorang dokter bedah melakukan amputasi itu mudah, tetapi bagi pasien, dia bukan hanya kehilangan kakinya, tetapi juga menjadi cacat secara fisik
“Siapa yang tidak keberatan kakinya diamputasi, dipotong?”.Anda yang selama ini bisa berjalan, berlari, melakukan semua aktifitas dengan ke dua tungkai Anda, setelah mengalami itu, mungkin Anda hanya banyak duduk di rumah, kalau berjalan harus pakai alat bantu, kursi roda, dan yang jelas Anda tidak akan bisa berlari dan selincah itu lagi sekarang.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, dan juga harusnya Anda adalah, ketika kita masih mempunyai ke dua kaki yang utuh, ketika ke dua kaki itu masih setia melangkah mengikuti kemauan kita selama ini, kemanapun kita mau, “apakah pernah terlintas dipikiran kita rasa terimakasih kepada Allah yang telah menciptakannya?” Selama ini, diwaktu kita sehat, diwaktu ke dua tungkai itu masih mampu menopang tubuh kita tegak, gagah berdiri, dengan kaki itu Anda mampu melaju, menginjak pedal gas mobil Anda ke tujuan yang Anda inginkan, “apakah Anda pernah ingat, merenungkan siapa yang mencinptakannya untuk Anda, kemudian Anda berterimakasih dan bersyukur kepadaNya?”
Itu baru satu kaki, kalau ke dua kaki Anda juga harus diamputasi, apa Anda tidak akan terpukul luarbiasa?..sekarang coba renungkan, Allah telah menciptakan Anda dengan sebaik-baiknya ciptaan. Dia ciptakan sepasang mata yang indah untuk Anda, dan dengan mata itu Anda bisa melihat, menikmati keindahan alam, indahnya pantulan cahaya matahari tenggelam di ufuk barat waktu senja, gemerlapan cahaya bintang di langit di malam hari. Anda bisa menikmati warna-warni bunga, karena itu Anda betah duduk berlama-lama di taman bunga. Mampu Anda membedakan mana kupu-kupu yang cantik dan ulat yang berbisa, tahu Anda mana bukit yang tinggi, lembah, jurang yang dalam, tahu anda mana jalan yang datar, mana yang berlobang, sehingga Anda tidak akan terperosok ke jurang, lobang itu.
“Bisakah Anda menetapkan nilai sebuah mata?”…….” Bersediakah Anda menukar mata Anda dengan sebungkah emas,atau bahkan segunung?”— kadang kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya— pasti tidak akan mau!
Lalu, saya ingat satu cerita: suatu waktu hiduplah seorang pangeran di sebuah Istana yang megah dengan kehidupan yang sangat mewah. Sang pangeran hidup dikelilingi permaisuri dan pelayan yang cantik. Semua kebutuhan dan keperluannya dilayani oleh permaisuri dan pelayan yang cantik itu, berjalan dibimbing, makan- minum diambilkan,bahkan ke kamar mandipun ditemani. Melihat kehidupan sang pangeran sepert itu, seorang pemuda yang sedang berjalan dengan gurunya yang bijak di depan beranda istana merasa iri: “alangkah indahnya dan bahagianya sang pangeran itu, andaikan saya bisa seperti dia, tentu saya akan bahagia”, katanya kepada sang guru.

“Kamu mau hidup sepert dia?” tanya sang guru.
“Mau,” jawab sang pemuda. Okelah! Sekarang berikan ke dua mata kamu untuk sang pangeran yang buta itu. Mendengar itu, sang pemuda langsung menjawab,” kalau begitu tidak, lebih baik saya hidup seperti sekarang ini”.
Allah telah memberi kita kenikmatan yang tidak terkira, tidak hanya tubuh yang sempurna, wajah yang cantik, sepasang kaki-tangan, sepasang mata,telinga, hidung, lidah, tetapi juga Allah juga menyediakan semua fasilitas agar Anda bisa melanjutkan kehidupan serta menikmatinya. Dengan kuasaNya, Allah menciptakan dunia dengan segala isinya untuk Anda, dan Anda tidak sedikitpun terlibat didalamnya, berkeringat untuknya, Anda hanya berupaya mendapatkannya, dan sebagian yang sangat penting untuk Anda, Anda hanya tinggal menggunakannya. Air yang diminum, udara seger yang dihirup, cahaya matahari yang menghidupi, sinar bulan yang menerangi. Anda tidak mungkin hidup tanpa itu. Beberapa menit saja atau bahkan detik tanpa udara, Anda akan mati. Sayang, kita lupa berterimakasih dan bersyukur kepada yang menciptakannya, dan barangkali kita baru sadar setelah kita kehilangannya.
Kebanyakan kita merasa menyesal, sedih, kecewa waktu kehilangan, tetapi tidak ingat, tidak berterimakasih, bersyukur waktu mendapatkan. Coba anda bayangkan berapa nilai udara yang anda hirup setiap hari?,,,,dan Allah menciptakan peralatan untuk anda, sehingga Anda dapat menghirupnya dengan spontan. Kalau kebetulan misalnya Anda didera sakit, Anda harus mendapatkan oksigen tambahan, 1 (satu) tabung berapa harganya?..cukup mahal, Anda bisa bangkrut kalau sepanjang hidup Anda harus seperti itu.
Dan bila Anda hitung nikmat Allah, maka kamu tidak Akan sanggup menghitungnya, nikmat apa lagi yang masih kamu dustakan?, demikian Allah memperingatkan kita melalui FirmanNya dalam kitab suci Alquran, dan kemudian Allah juga mengancam kita: “bila Anda tidak berterimakasih, bersyukur, maka sesungguhnya azab Allah itu amat pedih!”. Ayat ini barangkali mengajak kita agar sering merenungkan, berkontempelasi, atas semua ciptaan Allah, sehingga tumbuh kesadaran dalam diri kita untuk selalu berterimakasih dan bersyukur kepada penciptanya. Allah yang mencukupi semua kebutuhan berkat kasih sayangnya kepada manusia.

Dan, perhatikanlah diri Anda sendiri, kesehatan, rezki, kesejahteraan., keluarga, rumah, dunia sekeliling Anda, “apakah Anda tidak pantas untuk berterimakasih?”
Berterimakasih, bersyukur kepada Allah, bukan karena Allah membutuhkannya, Allah sudah Maha kaya, tetapi adalah untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri. Saya ingat kata-kata bijak dari motivator terkenal dunia Zig Ziglar: ” Tunjukan kepada saya, satu orang saja di dunia ini yang bahagia, tetapi tidak pandai berterimaksih dan bersyukur!”….Saya percaya dengan kata-kata bijak ini, dan sesuai dengan ancaman Allah, barangsiapa yang tidak pandai berterimakasih, bersyukur, sesungguhnya azab Allah itu amat pedih. Anda mau bahagia atau sengsara tergantung sikap Anda sendiri, tidak tergantung sejauh mana Anda memiliki sesuatu, tapi pilhan Anda untuk berterimakasih, bersyukur dengan menikmati sesuatu yang ada, yang sekarang anda miliki.

(Dr Irsyal Rusad, Sp PD)

 

Keterangan foto: Ilustrasi (ist)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya dari Myanmar

JENEWA, SERUJI.CO.ID - Badan pengungsi PBB pada Senin (25/9) menyerukan peningkatan dukungan buat sebanyak 436.000 pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh...
#savepartaigolkar

DPP Terindikasi Lakukan Politik Transaksional, Kader Golkar Jabar Kumpulkan Koin

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ribuan kader Golongan Karya se-Jawa Barat melakukan aksi pengumpulan koin sebagai bentuk sindiran terhadap DPP Partai Golkar yang terindikasi melakukan politik...

Politisi PKS: Soliditas PKS-Gerindra Harus Dijaga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haris Yuliana menyatakan soliditas antara PKS dengan Gerindra harus dijaga dengan baik untuk bersama-sama membangun politik...

Pemerintah Sebut Investasi Dana Haji Tingkatkan Nilai Manfaat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali menyampaikan dana haji berpotensi meningkat nilai manfaatnya bila diinvestasikan. "Peningkatan nilai manfaat...
miras

Bupati Kaget Ada 1.379 Lokasi Pedagang Miras di Wilayahnya

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin kaget dengan menyebarnya pedagang minuman keras/beralkohol hingga tercatat sebanyak 1.379 lokasi di wilayahnya. Oleh karenanya, ia...
bps

Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS)...