Apakah Anda Penyandang Diabetes Mellitus? Begini Cara Mengetahuinya

Banyak juga yang beranggapan seseorang baru dikatakan diabetes kalau buang air kecilnya dikerumuni semut. Begitu juga pendapat yang katakan kalau bukan orang tua tidak menderita diabetes, tidak ada faktor turunan maka tidak diabetes, dan lainnya.

Dan, bahkan banyak yang percaya bahwa dikaitkan dengan luka, infeksi yang tidak sembuh-sembuh. Jadi kalau luka, infeksi, kemudian sembuh, walaupun gula tinggi, itu bukan Diabetes.

Nah, diagnosis Diabetes Mellitus bukan ditegakkan atas dasar anggapan masyarakat awam seperti itu. Apa yang dipercaya di atas bisa merupakan gejala, tanda dan komplikasi Diabetes. Tapi, diagnosis hanya ditegakkan atas dasar pemeriksaan darah yang diambil dari pembuluh darah vena.

Gejala klasik Diabetes yang dikenal dengan 3P (Poliuri, Polidipsi, Polifagi), atau banyak kecing, banyak minum, banyak makan juga tidak untuk menegakkan kepastian seseorang sebagai penderita diabetes, tapi hanya memperkuat diagnosis.


Lalu, kapan anda dipastikan sebagai penyandang Diabetes Mellitus?

Seperti saya singgung di atas, harus periksa gula darah yang diambil dari darah vena anda, periksakan di laboratorium dengan peralatan yang sudah terstandar.

Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa seseorang memang penyandang diabetes. Kriteria tersebut adalah :

Pemeriksaan A1C: Pemeriksaan ini dikenal juga dengan hemoglobin A1C, HbA1C. Test ini menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini mengukur persentase hemoglobin (sebagai protein) yang berikatan dengan gula darah selama tiga bulan. Dapat digunakan untuk mendiagnosis Diabetes dan menilai keberhasilan pengelolaan diabetes. Berdasarkan pemeriksaan ini, kalau hasilnya 6,5% atau lebih, anda sudah termasuk penyandang Diabetes Mellitus.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Berkebun di Halaman Rumah-pun Dapat Membuat Anda Lebih Sehat

Tidak satu jalan ke Roma, begitu juga dengan kesehatan kita. Banyak jalan yang bisa ditempuh menuju sehat yang kita inginkan. Tapi, yang jelas, tidak ada jalan tol, jalan pintas agar kita tetap sehat, semua dimulai dengan hal-hal Kecil.

TERPOPULER

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.