Apakah Anda Penyandang Diabetes Mellitus? Begini Cara Mengetahuinya

SERUJI.CO.ID – Kejadian Diabetes Mellitus di Indonesia cukup tinggi. Di dunia, Diabetes menduduki peringkat nomor lima penyakit terbanyak di derita masyarakat. Diperkirakan pada tahun 2030 jumlah penyandangnya lebih dari 20 juta. Sekarang saja, kalau anda reuni dengan teman-teman satu angkatan misalnya, dari 100 orang yang hadir 5-10 diantaranya kemungkinan besar menderita Diabetes Mellitus.

Sebagai ilustrasi saja, yang saya alami sendiri. Dua tahun yang lalu, saya kumpul dengan teman-teman satu angkatan, usia semua sudah di atas 60 tahun. Ternyata lima diantaranya, yang saya ketahui adalah penyandang Diabetes Mellitus.

Dan, kalau anda kenal baik dengan tetangga, teman kerja anda, atau bahkan saudara, keluarga sendiri, mendengar, mengetahui bahwa mereka menjadi penyandang Diabetes Mellitus bukanlah hal yang jarang.

Sekarang saja, kalau anda reuni dengan teman-teman satu angkatan misalnya, dari 100 orang yang hadir 5-10 diantaranya kemungkinan besar menderita Diabetes Mellitus.

Diabetes Mellitus sebagai penyakit kronis progresif yang kalau terlambat diketahui, juga penanganan tidak tepat dan akurat, maka komplikasi-komplikasi kronisnya bisa fatal. Sebaliknya, bila diketahui secara dini, apalagi pada fase yang disebut prediabetik, dan penangananannya juga benar, komplikasi-komplikasi yang ditakutkan tadi biasanya dapat dicegah, ditunda dan dihindari.

BACA JUGA:  Cegah DBD di Musim Penghujan, Ini Imbauan Dinkes

Tetapi, sayangnya, banyak kasus diabetes tidak diketahui, atau terlambat didiagnosis. Di negara maju saja seperti Eropa, Amerika Serikat, Kanada, satu dari tiga orang yang penyandang Diabetes Mellitus tidak tahu bahwa mereka menderita Diabetes Mellitus. Dan, pengalaman klinis saya juga menunjukan hal yang sama, bahkan lebih besar dari itu.

Karena tidak menyadari bahwa mereka menyandang diabetes, sering pasien datang sudah terlambat dengan bermacam komplikasi.

Disamping itu, adanya simpang siur di tengah-tengah masyarakat tentang kapan seseorang didiagnosis secara pasti juga mempengaruhi persepsi perjalanan penyakit diabetes ini. Ada mitos dalam masyarakat bahwa gula adalah penyebab penyakit, kalau tidak mengonsumsi gula tidak masalah.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.