Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Anak Baru Lahirpun Bisa Kena Kanker

0
37

BANDUNG– Penyakit kanker darah atau lebih dikenal dengan leukimia adalah jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak di seluruh dunia termasuk di Indonesia, disusul kemudian oleh kanker mata atau retinoblastoma dan kanker kelenjar.

“Anggapan masyarakat bahwa kanker adalah kanker hanyalah penyakit yang diidap orang dewasa. Padahal penyakit kanker tidak mengenal kelompok usia,” kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi dari Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung, Susi Susanah, di Bandung, Selasa (14/2)

“Bahkan anak-anak yang baru lahir pun dapat terkena penyakit ini, dengan gejala yang berbeda-beda pula,” lanjut Susi saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar RSHS Bandung dalam rangka memperingati Hari Kanker Dunia yang diperingati pada 4 Februari.

Menurut dia, penyakit kanker adalah penyakit yang dapat dicegah salah satunya ialah dengan menjaga pola hidup sehat.

Ia mengatakan banyak anak Indonesia sekarang sangat sulit dibiasakan untuk makan makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.

Fenomena yang terjadi sekarang, kata dia, anak-anak lebih senang memakan makanan cepat saji yang mengandung zat-zat yang kurang baik bagi pertumbuhan metabolisme anak.

“Sejalan dengan program badan kesehatan dunia (WHO) dan Kemenkes, pemberian ASI eksklusif mempunyai peran penting bagi pencegahan kanker,” kata dia.

Ia mengatakan pemberian ASI eksklusif 6-24 bulan kepada anak meningkatkan perkembangan daya tahan tubuh anak, serta mengurangi resiko terkena kanker di kemudian hari.

Interaksi anak dengan asap rokok juga berbahaya. Sebaiknya anggota keluaga yang merokok tidak merokok di dekat anak. Lebih baik lagi jika berhenti merokok dan memulai pola hidup sehat.

Sementara itu, salah satu dokter dari Tim Kanker di RS Umum Pemerintah Hasan Sadikin Bandung R Maman Abdurahman, menambahkan bahwa penyebab kanker adalah multi-faktor.

“Setiap kondisi tubuh manusia berbeda-beda, ada yang memiliki hormon yang seimbang, dan ada yang tidak,” kata dia sebagaimana dilansir Antara.

Namun, menurut Maman, seseorang yang memiliki hormon yang seimbang pun dapat terkena kanker oleh berbagai hal,seperti pola hidup yang tidak sehat.

“Faktor hormon adalah salah satu penyebab dari dalam. Sementara kanker juga bisa disebabkan olh faktor luar, seperti pola makan, udara, radiasi, dan berbagai hal lainnya,” kata dia.

Adapun gejala kanker pada anak meliputi demam tinggi, pucat, terdapat benjolan pada bagian tubuh, beran badan turun, pupilmata berubah, bengkak diperut, sakit kepala terus menerus, nyeri, dan bengkak pada tungkai.

“Jika salah satu gejala tersebut terdapat pada anak, sebaiknya orang tua langsung melakukan cek kesehatan anak,” kata dia.

EDITOR: Yus Arza

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya dari Myanmar

JENEWA, SERUJI.CO.ID - Badan pengungsi PBB pada Senin (25/9) menyerukan peningkatan dukungan buat sebanyak 436.000 pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh...
#savepartaigolkar

DPP Terindikasi Lakukan Politik Transaksional, Kader Golkar Jabar Kumpulkan Koin

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ribuan kader Golongan Karya se-Jawa Barat melakukan aksi pengumpulan koin sebagai bentuk sindiran terhadap DPP Partai Golkar yang terindikasi melakukan politik...

Politisi PKS: Soliditas PKS-Gerindra Harus Dijaga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haris Yuliana menyatakan soliditas antara PKS dengan Gerindra harus dijaga dengan baik untuk bersama-sama membangun politik...

Pemerintah Sebut Investasi Dana Haji Tingkatkan Nilai Manfaat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali menyampaikan dana haji berpotensi meningkat nilai manfaatnya bila diinvestasikan. "Peningkatan nilai manfaat...
miras

Bupati Kaget Ada 1.379 Lokasi Pedagang Miras di Wilayahnya

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin kaget dengan menyebarnya pedagang minuman keras/beralkohol hingga tercatat sebanyak 1.379 lokasi di wilayahnya. Oleh karenanya, ia...
bps

Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS)...