Di MWC, Samsung akan Kenalkan Proyek AR dan VR

BARCELONA – Inkubator teknologi milik Samsung, C-Lab, telah memperkenalkan perangkat pintar yang mengubah sidik jari menjadi lubang suara telepon.

Kini, GSM Arena melaporkan, C-Lab memiliki empat proyek baru dan keseluruhannya adalah perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), yang akan diperkenalkan dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, pekan depan.

Relumino adalah sebuah aplikasi untuk Gear VR yang membantu tunanetra untuk memiliki pengalaman yang lebih baik dengan video dan gambar. Piranti ini memiliki tingkat kejelasan baru yang disebut mengatasi semua masalah penglihatan.

Monitorless adalah kacamata hitam yang mendukung augmented reality serta virtual reality. Perangkat tersebut terhubung ke ponsel dan dapat digunakan untuk bermain game atau browsing lewat aplikasi.

VuildUs juga merupakan sebuah aplikasi untuk Gear VR. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk melihat furnitur tertentu berada di rumah sesuai dengan ukuran sebenarnya, kemudian dapat langsung membelinya dengan Samsung Pay.

VuildUs menggunakan teknologi kamera 360 derajat untuk mengukur jarak. Meskipun bukan teknologi inovatif, pengguna dapat melihat bagaimana furnitur IKEA ada di rumah melalui aplikasi milik perusahaan asal Swedia itu yang telah ada sejak 2014.

Terakhir, traVRer. Seperti namanya, traVRer tersebut erat kaitannya dengan VR. TraVRer merupakan platform dengan panorama 360 derajat yang memungkinkan untuk merasakan pengalaman berwisata yang realistis seperti nyata.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER