Waduh, Ada Penumpang Berdiri dalam Pesawat Pakistan ke Saudi

KARACHI – Maskapai penerbangan milik pemerintah Pakistan sedang menyelidiki bagaimana tujuh penumpang melakukan perjalanan dari Karachi ke Arab Saudi sambil berdiri di lorong pesawat. Demikian dikambarkan Hindustan Times, Sabtu (25/2).

Para penumpang itu dibolehkan naik pesawat Pakistan International Airline (PIA) ke Madinah pada 20 Januari meskipun setiap kursi sudah terisi. Boeing 777 itu berkapasitas total 409 kursi, termasuk untuk staf. Tapi, pesawat itu membawa 416 penumpang.

Para penumpang tambahan diberi boarding pass tulisan tangan, bukan komputer, untuk penerbangan tiga jam. Daftar dari komputer yang diberikan pada awak pesawat oleh staf darat tidak menyebutkan tujuh penumpang itu.

Kabar penumpang berdiri itu diungkap surat kabar Dawn, sehingga mendorong investigasi maskapai penerbangan itu. Dawn melaporkan, awalnya manajemen PIA tidak mengambil tindakan terhadap pihak yang menyebabkan tambahan penumpang.

Kasus penumpang tambahan merupakan pelanggaran serius atas aturan keselamatan udara. Kehadiran penumpang berdiri bisa menyebabkan masalah saat terjadi keadaan darurat. Penumpang itu tidak akan memiliki akses masker oksigen dan bisa menghambat evakuasi darurat.

Anwar Adil, kapten penerbangan, baru tahu kelebihan penumpang tambahan setelah take-off. “Saya keluar dari kokpit, petugas senior memberitahu ada beberapa orang tambahan yang dititipkan staf darat,” katanya dikutip Dawn. “Tapi, saya tidak bisa kembali ke Karachi karena berarti membuang bahan bakar yang tidak baik untuk kepentingan maskapai.”

EDITOR: Omar Ballaz

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.