Turki Dukung Pemberontak Suriah Lancarkan Operasi Militer Besar di Idlib

0
135
Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

ANKARA, SERUJI.CO.ID – Petempur pemberontak Suriah melancarkan operasi militer besar didukung pasukan Turki ke wilayah Suriah barat laut yang sebagian besar dikuasai pegaris keras, kata Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Sabtu.

Para pemberontak mengatakan bahwa mereka tengah bersiap untuk segera memulai operasinya di provinsi Idlib dan sekitarnya, yang merupakan wilayah daerah pemberontak yang paling padat penduduknya di Suriah.

Penduduk setempat melaporkan bahwa pihak berwenang Turki meruntuhkan bagian dinding perbatasan.

Serangan tersebut dilancarkan setelah Iran dan Rusia yang mendukung Presiden Bashar al-Assad, dan Turki yang mendukung pemberontak, sepakat pada bulan lalu untuk mengurangi pertempuran antara pemberontak dan pemerintah di wilayah barat laut.

Serangan tampaknya bertujuan untuk membatasi gerak aliansi Tahrir al-Sham, kelompok garis keras terkuat di Suriah, dan untuk mengamankan perbatasan Turki.

“Ada operasi besar di Idlib, Suriah hari ini dan akan terus berlanjut,” kata Erdogan dalam pidato kepada Partai AK-nya, ia menambahkan bahwa Turki tidak akan mengizinkan “koridor teror” di perbatasannya dengan Suriah.

“Untuk saat ini Tentara Pembebasan Suriah sedang melakukan operasi” kata Erdogan.

“Rusia mendukung operasi tersebut melalui udara, dan angkatan bersenjata kami dari dalam perbatasan Turki,” tambahnya.

Pada Sabtu, Turki mengerahkan sejumlah tank dan kendaraan militer di perbatasan Suriah, membangun kekuatan militer disana, kata saksi.

Mustafa Sejari, seorang pejabat tinggi dalam Liwa al-Mutasem, sebuah kelompok pemberontak Suriah yang ikut ambil bagian dalam operasi tersebut, mengatakan bahwa Rusia tidak akan mendukung pemberontak dalam serangan tersebut.

“Sedangkan untuk Rusia, mereka tidak akan memiliki peran di daerah tersebut dari kendali kami sama sekali. Peran Rusia terbatas pada daerah di bawah kendali rezim,” katanya.

Ankara, Moskow dan Teheran mengumumkan kesepakatan pada bulan lalu untuk mendirikan dan melakukan patroli pada daerah “penurunan ketegangan” di wilayah Idlib, tempat Erdogan mengerahkan pasukannya.

Menteri luar negeri Turki mengatakan pada Sabtu bahwa Turki bermaksud mencegah terjadinya bentrokan di Idlib. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...