Terkait Keputusan Presiden AS, Haniyah: Awal Bagi Zaman Yang Mengerikan

0
783
Ismail Haniyah.

GAZA, SERUJI.CO.ID – Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah mengatakan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan memindahkan kedubesnya ke Al-Quds (Yerusalem) merupakan awal dari zaman yang mengerikan bukan hanya di tingkat wilayah, tetapi akan merambah ke kawasan.

Dalam hal ini, Haniyah setuju dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menyerukan masyarakat Palestina agar keluar menyuarakan kemarahan mereka atas keputusan tersebut.

Haniyah menganggap bahwa langkah Amerika ini sebagai bentuk “petualangan dan perjudian,” yang tidak pernah diperhitungkan. Keputusan itu tidak memiliki payung untuk melindungi dari semua resikonya. Hal ini seperti yang dikutip dari wawancara Haniyah dengan televisi Al-Jazeera, pada hari Rabu (6/12) kemarin.

Lebih lanjut Haniyah mengatakan bahwa Al-Quds adalah problem bangsa Palestina dan ummat Islam. Keputusan yang diambil Amerika ini sebuah agresi yang terang-terangan terhadap rakyat dan bangsa Palestina.

Haniyah juga memperingatkan atas akibat dari semua keputusan ini. Haniyah meminta keputusan tersebut segara dianulir. Ia minta Trump mencabut keputusanya. “Tidak ada yang bisa memprediksi konsekuensi apa akibat keputasanya tersebut,” ujarnya.

Dalam hal menyampaikan sikap rakyat Palestina atas keputusan Trump tersebut, Haniyah menekankan bahwa gerakannya meminta segera diadakan pertemuan Palestina di Gaza dan Tepi Barat serta bangsa Palestina yang ada di luar negeri. Ia juga mengingatkan tentang hubungannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mengatakan, “Kami menyetujui keseriusan dan sikap yang diperlukan dalam menghadapi masalah ini.”

Pemimpin Palestina ini menganggap keputusan tersebut merupakan pengumuman resmi dari AS, untuk mengakhiri apa yang disebut “proses akhir”.

Haniyah menambahkan, “Abu Mazen (Abbas) setuju dan mengapresiasi sikap kita. Ia sendiri sedang mempersiapkan satu keputusan. Dengan jelas ia mengatakan, tak ada hubunganya dengan keputusan yang diambil Amerika dalam hal ini,” tegas Haniyah.

Haniyah mengisyaratkan, ia bersama Abbas setuju kalau semua rakyat dari berbagai wilayah keluar ke jalan-jalan melakukan aksinya mengungkapkan kemarahan mereka dan menunjukan sikap tegas mereka bahwa Al-Quds adalah ibu kota Palestina.

Haniyah sendiri telah menghubungi banyak pemimpin di dunia, baik Islam maupun Arab mendiskusikan rencana keputusan AS tersebut. (Jrt/Hrn)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...