Saudi Umumkan Nama dan Kelompok Terkait Qatar Dalam Terorisme

2
373
Yusuf al-Qaradhawi
Yusuf al-Qaradhawi, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, adalah seorang ulama terkemuka yang baru-baru ini tercantum dalam daftar TheMuslim500, yaitu daftar 500 Muslim yang berpengaruh. (Foto: theMuslim500.com)

RIYADH – Empat negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pekan ini, atas dalih dugaan adanya dukungan Qatar terhadap terorisme, pada hari Jumat (9/6) telah menetapkan puluhan orang yang dituding terkait Qatar karena mendukung “terorisme”. Mereka mengintensifkan pengamanan yang mengancam stabilitas wilayah tersebut.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain, menetapkan 59 orang sebagai teroris, termasuk ulama Mesir terkemuka dan pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin Yusuf al-Qaradhawi, dan 12 entitas, di antaranya adalah badan amal Qatar yang didanai Qatar Charity Dan Eid Charity. Demikian dikutip dari Reuters, yang melansir kantor berita Saudi, Jumat (9/6).

Di antara 18 warga negara Qatar yang dituduh mendanai terorisme mencakup pengusaha terkemuka, politisi dan anggota senior keluarga kerajaan termasuk seorang mantan menteri dalam negeri.

Abdel Hakim Belhadj, mantan komandan kelompok Islamis Libya, adalah satu dari lima warga Libya yang terdaftar. Sementara al-Qaradhawi dan ulama Salafi Wagdi Ghoneim termasuk di antara 26 warga negara Mesir.

Daftar tersebut juga mencakup kelompok militan Syiah di Bahrain yang dianggap beberapa pemerintah Teluk Arab terkait dengan Iran termasuk Saraya Ashtar, Saraya Mukhtar, dan Gerakan 14 Februari.

Selain nama-nama di atas turut disebut tiga warga Kuwait, dua orang Yordania, dua warga Bahrain, Emirati, seorang Saudi dan seorang warga Yaman.

Pengumuman tersebut meningkatkan tekanan pada Qatar. Ini mengikuti daftar sebelumnya dari sejumlah organisasi pada tahun 2014 oleh Arab Saudi dan UEA dalam perselisihan sebelumnya dengan Qatar.

Seorang pejabat Qatar menolak memberi komentar terkait hal ini. Namun dia mengatakan bahwa Qatar selama ini mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB dalam melawan terorisme termasuk memberantas sumber pendanaan untuk terorisme.

Qatar telah mendukung gerakan Islamis tapi membantah mendukung terorisme. Negera ini memberi perlindungan bagi gerakan politik Ikhwanul Muslimin dan juga kelompok anti-Barat seperti Taliban di Afghanistan, Hamas di Palestina dan Islamic Salvation Front di Aljazair. Namun mereka mengatakan bahwa mereka tidak sepakat dengan pandangan negara tetangganya bahwa kelompok mana pun yang memiliki hubungan dengan gerakan Islamis adalah teroris. (M.Gauzal/IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU