DAMASKUS, SERUJI.CO.ID – Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Ahad (4/3) mengatakan serangan terhadap gerilyawan di pinggir Damaskus, Ghouta Timur, akan berlanjut berbarengan dengan dimungkinkannya warga sipil untuk pergi menuju daerah yang dikuasai pemerintah di ibu kota Suriah.
Sementara itu, militer pemerintah membuat kemajuan dan merebut 36 persen daerah yang sebelumnya dikuasai gerilyawan.
Bashar mengatakan sebagian besar warga sipil di Ghouta Timur ingin pergi dari daerah yang dikuasai gerilyawan menuju daerah pemerintah. Presiden Suriah tersebut menyatakan tak ada pertentangan antara menegakkan gencatan senjata di daerah itu untuk memungkinkan warga sipil pergi dan operasi militer terhadap “pelaku teror”.
Bashar mengeluarkan pernyataan tersebut saat sebagian jeda kemanusiaan yang didukung Rusia telah berlangsung di Ghouta Timur untuk memungkinkan warga sipil meninggalkan daerah itu sejak pekan lalu, sementara operasi militer berlanjut setelah berakhirnya jeda kemanusiaan lima-jam setiap hari.
Belum ada warga sipil yang pergi dan belum ada rombongan kemanusiaan yang memasuki daerah tersebut, sementara pemerintah menuduh gerilyawan menghalangi warga sipil untuk pergi.
Di dalam komentarnya pada Ahad (4/3), Bashar mengatakan jeda kemanusiaan yang diusulkan Rusia mememberi keseimbangan antara memberi ruang bagi kegiatan kemanusiaan dan mencapai sasaran menyerang “pelaku teror”.
“Ini sebabnya mengapa kami harus melanjutkan operasi ini berbarengan dengan memberi warga sipil kesempatan untuk pergi ke daerah negara (yang dikuasai pemerintah),” katanya.
Ia memuji kemajuan yang dicapai oleh militer Suriah di daerah kantung yang dikuasai gerilyawan di sebelah timur Damaskus.
Sementara itu, Media Perang sayap media militer Suriah mengatakan di dalam satu pernyataan pada Ahad malam bahwa pasukan Suriah telah membuat kemajuan penting di Ghouta Timur selama beberapa hari belakangan. Militer Suriah merebut banyak wilayah di bagian timur Ghouta Timur, dan mencapai bagian tengah wilayah tersebut.
Pasukan militer Suriah, katanya, telah merebut 38 kilometer persegi, atau 36 persen wilayah Ghouta Timur, yang diperkirakan memiliki luas 105 kilometer persegi.
