Presiden Azerbaijan Tunjuk Istrinya Jadi Wapres Pertama

BAKU – Sebagai penguasa tertinggi di Azerbaijan, Presiden Ilham Aliyev mengeluarkan dekrit untuk mengangkat istrinya, Mehriban Aliyeva, menjadi wakil presiden pertama. BBC News, Selasa (21/2), mengabarkan dekrit itu tidak merinci tugas Mehriban. Namun, undang-undang menyebut wakil presiden pertama akan mewakili presiden saat presiden bertugas ke luar negeri.

Jabatan wakil presiden dan wakil presiden pertama (yang lebih senior) baru diperkenalkan tahun lalu setelah undang-undang referendum membuka jalan bagi pelimpahan kekuasaan jika presiden tidak mampu menjalankan pemerintahan. Referendum itu juga memperpanjang masa jabatan presiden dari lima tahun menjadi tujuh tahun.

Ilham Aliyev mulai berkuasa pada 2003. Ia menggantikan ayahnya Heydar Aliyev yang memerintah negara kaya minyak itu sejak 1993. Kaum oposisi menganggap ada dinasti Aliyev. Isa Gambar, pemimpin partai oposisi Musavat, menyebut, “Dinasti keluarga seharusnya tak mendapat tempat pada abad ke-21.”

Mehriban Arif qizi Aliyeva lahir 26 Agustus 1964 di Baku. Ia pernah menjadi anggota Dewan Nasional Azerbaijan, menjadi Goodwill Ambassador untuk UNESCO, dan ketua beberapa organisasi kebudayaan. Mehriban Aliyeva menikah dengan Ilham Aliyev pada 1984, dan memiliki dua anak perempuan, Leyla dan Arzu, dan satu anak lelaki, Heydar.

Mehriban Aliyeva lulus sekolah menengah umum Nomor 23 di Baku pada 1982 dengan penghargaan medali emas. Ia belajar di Universitas Kedokteran Negeri Nariman Narimanov. Dia melanjutkan studi di Akademi Kedokteran Sechenov Moskow (saat ini jadi Universitas Kedokteran Pertama IM Sechenov Moscow), dan lulus dengan kehormatan pada 1988. Dia bekerja di Institut Riset Ilmiah Penyakit Mata Moskow di bawah kepemimpinan akademisi Krasnov pada 1988-1992.

EDITOR: Omar Ballaz

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Islamophobia?

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.