Menlu Saudi Ungkap Syarat Pemulihan Hubungan Arab – Qatar

RIYADH – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa Qatar harus mengambil beberapa langkah, termasuk mengakhiri dukungannya untuk kelompok Palestina Hamas dan Ikhwanul Muslimin, untuk memulihkan hubungan dengan negara-negara Arab lainnya.

Menteri Adel Al-Jubeir mengatakan sebenarnya Qatar tahu persis apa yang harus dilakukan untuk memulihkan hubungan dengan Riyadh dan sekutu Arabnya.

“Kami ingin Qatar menerapkan janji yang dibuatnya beberapa tahun yang lalu sehubungan dengan dukungan terhadap kelompok ekstremis, berkaitan dengan media yang tidak bersahabat, dan campur tangan dalam urusan negara lain,” kata Al-Jubeir, kepada wartawan di Paris, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (6/6).

Ia menambahkan, tujuan empat negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar bukan untuk memukul negara ini, namun Qatar harus memilih.

“Sesungguhnya tidak ada yang ingin menyakiti Qatar. Qatar harus memilih apakah harus bergerak searah (dengan negara Teluk Arab lain) atau ke arah lain”,” ujarnya

Al-Jubeir menambahkan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuding Qatar mendukung terorisme.

“Kami mengambil langkah ini dengan sangat berat hati agar Qatar memahami bahwa kebijakan ini tidak boleh berkelanjutan dan harus berubah,” jelasnya.

Lebih lanjut Al-Jubeir mengatakan, Qatar telah meruntuhkan otoritas Palestina dan Mesir karena mendukung Hamas dan Ikhwanul Muslimin.

“Kami tidak berpikir ini bagus, Qatar harus menghentikan kebijakan ini sehingga bisa memberi kontribusi pada stabilitas di Timur Tengah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (5/6). Mereka menuding Qatar mendukung terorisme, mengintervensi urusan internal negara-negara Arab dan mengancam keamanan nasional serta melindungi teroris.

Selain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, mereka juga menutup semua perbatasan daratnya dan melarang pesawat Qatar melewati zona udara mereka. (M.Gauzal/IwanY)

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER