Sementara itu Washington, meskipun menyatakan AS mendukung hak Turki untuk mempertahankan diri, telah menyeru Ankara agar memperlihatkan penahanan diri.
Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (20/2) menyatakan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Erdogan sepakat untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut dan membentuk kelompok kerja guna meredakan ketegangan di Afrin.
YPG telah menguasai Afrin sejak 2012, setelah pasukan Pemerintah Suriah menarik diri dari daerah tersebut, yang kebanyakan warganya Suku Kurdi. (Ant/SU03)
