ALJIER, SERUJI.CO.ID – Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika pada Rabu (7/3) mendesak negara Arab agar menggabungkan upaya mereka guna menghapuskan terorisme, di tengah kondisi kritis yang dihadapi wilayah tersebut.
“Tantangannya jelas, dan kerja sama keamanan Arab harus diperkuat,” kata Bouteflika di dalam pesan saat upacara pembukaan pertemuan ke-35 Dewan Menteri Dalam Negeri Arab (AIMC) di Ibu Kota Aljazair, Aljier.
Sambutannya dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri Aljazair Noureddine Bedoui.
Ia mengatakan banyak daerah di dunia Arab menghadapi kondisi yang sangat kritis dan menderita akibat ketidak stabilan keamanan yang ditimbulkan oleh kelompok fanatik dan pelaku teror.
“Situasi tersebut, dengan semua kontradiksi dan kepekaannya, memerlukan sikap hati-hati terus-menerus, kerja sama dan koordinasi di tingkat tertinggi,” ujarnya sembari memperingatkan.
“Langkah pertama untuk menghapuskan terorisme terdiri atas pengabsahan rujukan intelektualnya dan melucuti lingkungan sosialnya dan jaringan informasi serta komunikasinya melalui upacara terus-menerus di tingkat pendidikan, budaya, penerangan dan orientasi agama sehingga bisa menetralkan fanatisme dan menyelamatkan generasi muda kita dari keadaan membingungkannya yang fatal,” katanya.
Sidang ke-35 Dewan Menteri Dalam Negeri Arab dimulai di Aljier pada Rabu (7/3). Para peserta dijadwalkan membahas berbagai masalah yang dihadapi dunia Arab, seperti ancaman keamanan dan perang melawan kejahatan dalam segala bentuknya, selain migrasi tidak sah.
Menteri dalam negeri dari 20 negara Arab menghadiri pertemuan itu. (Ant/SU03)
