Jaringan Al Jazeera Alami Serangan Siber Skala Besar

DOHA – Jaringan kantor berita Al-Jazeera, mengaku mendapatkan serangan besar-besaran dari peretas (hacker) yang menyasar seluruh platform yang mereka miliki.

“Al Jazeera Media Network mengalami peretasan pada semua platform yang ada, mulai dari situs web dan platform media sosial,” demikian pernyataan resmi jaringan itu melalui akun Twitter mereka, Kamis (8/6).

Setelah pengumuman tersebut, muncul pernyataan baru yang mengungkapkan bahwa Al-Jazeera mengalami serangan menyusul peningkatan peretasan yang menyasar jaringan mereka selama dua pekan terakhir.

“Tim kami telah bekerja keras untuk memastikan semua pengguna kami terlindungi dan sistem beroperasi dengan normal,” tulis akun @AJENews.

Setelah laporan awal serangan peretasan, beberapa pemirsa di wilayah tersebut mengaku tidak dapat lagi menerima siaran televisi Al-Jazeera.

Serangan tersebut merupakan yang ketiga kali dalam 14 bulan terakhir.

“Ada upaya yang dilakukan untuk meretas sistem keamanan siber Al Jazeera, tapi kami berhasil mengagalkan upaya mereka, dan saat ini semua entitas kami tetap beroperasi,” kata seorang karyawan senior yang enggan disebut namanya kepada wartawan, dilansir dari Reuters (9/6).

Menurut pantauan SERUJI pada Jumat dini hari, kanal Al Jazeera baik yang berbahasa Arab maupun Inggris bisa diakses dengan baik.

Al Jazeera adalah adalah salah satu organisasi berita terbesar di dunia yang berasal dari Qatar, negara yang saat ini mengalami pemutusan hubungan diplomatik dengan negara Arab lainnya karena dituduh mendukung terorisme.

Al-Jazeera telah lama dituding sebagai sumber konflik antara Qatar dan negara tetangganya. Media ini dituding melakukan pemberitaan bias dan menimbulkan masalah di wilayah tersebut.

Qatar sebelumnya mengatakan kantor beritanya diretas oleh pihak yang tidak dikenal sehingga menyebarkan informasi yang salah. Akibat dugaan peretasan itu, muncul berita palsu pernyataan Emir Qatar mengenai dukungan negaranya terhadap Iran dan kelompok Hamas Palestina.

Pernyataan itu menuai kontroversi bagi negara-negara Teluk lain yang menganggap Iran sebagai musuh bebuyutan.

Puncak ketegangan terjadi ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan sekutu lainnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada pekan ini. Alasannya, dalih adanya pendanaan Doha terhadap kelompok ekstremis dan hubungan dengan Iran.

Awal bulan ini, Qatar mengatakan Biro Penyelidikan Federal (FBI) membantu menyelidiki sumber dugaan peretasan tersebut. (IwanY)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Blunder

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.