Israel Persiapkan Penarikan Diri Ikuti Jejak Amerika Serikat Keluar Dari UNESCO

3
132
Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Istimewa)

AL QUDS, SERUJI.CO.ID – Menyusul pernyataan serupa yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri Amerika Serikat, akhirnya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis (12/10) malam telah menginstruksikan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel untuk mulai melakukan persiapan penarikan diri Tel Aviv dari Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Demikian seperti dilansir oleh The Palestinian Information Center.

Sebelumnya, kementrian luar negeri AS telah menyatakan keputusan Washington untuk mundur dari UENESCO setelah menuduh lembaga internasional ini mendukung Palestina dan bersikap anti Israel.

Langkah AS ini mendapatkan sambutan dari Israel melalui pernyataan Netanyahu yang mengungkapkan bahwa keputusan AS tersebut adalah “keputusan berani dan bermoral, karena UNESCO telah menjadi pentas sia-sia, alih-alih menjaga sejarah, tapi justru mendistorsinya.”

Loading...

Selain itu, langkah AS ini juga bersamaan dengan pemilu yang sedang dilakukan UNESCO untuk memilih sekretaris jendral (sekjen) yang baru. Langkah ini diambil AS dengan dalih sebagai protes atas apa yang disebutnya sebagai “kebijakan anti Israel” UNESCO disamping karena faktor-faktor ekonomi.

Pada Juli lalu, Duta Besar AS untuk PBB, Nicky Hailey, mengatakan bahwa Washongton bisa jadi meninjau kembali hubungannya dengan UNESCO setelah keputusan lembaga dunia tersebut yang menyatakan bahwa Kota Tua di Hebron merupakan “kawasan yang terlindungi” sebagai peninggalan dunia. Dubes AS menilai keputusan UNESCO ini sebagai pelecehan terhadap sejarah, meruntuhkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk proses perdamaian antara Israel dan Palestina, serta meruntuhkan kredibilitas lembaga PBB yang meragukan tersebut.

AS sendiri telah menghentikan partisipasi pendanaan UNESCO tahun 2011 lalu setelah UNESCO menerima keanggotaan penuh Palestina di lembaga dunia tersebut. Namun AS tetap mempertahankan utusannya berkantor di Paris sebagai anggota di Dewan Eksekutif UNESCO yang memiliki 58 anggota tersebut.

Tahun lalu, UNESCO menyetujui resolusi yang menegaskan bahwa masjid al-Aqsa adalah situs umat Islam dan tidak ada hubungan dengan Yahudi, dan al-Quds adalah kota terjajah yang diduduki oleh Israel. (Ant/SU02)

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama