Hamas: Radikalisme Tak Ada Hubungannya dengan Pembebasan Tanah Air

0
147
hamas, khalil al hayya
Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Khalil Al Hayya

GAZA – Pada Khutbah Idul Fitri, hari Ahad kemarin (25/6), Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Khalil Al Hayya menegaskan, ekstremisme dan radikalisme sama sekali tidak ada hubungannya dengan perlawanan dan pembebasan tanah air.

“Mohon jangan campur adukkan antara keduanya, ekstremisme dan radikalisme dengan perlawanan dan pembebasan tanah air. Kami berharap perselisihan antara saudara sebangsa Arab dapat diakhiri dengan semangat persaudaraan, sikap yang berlawanan dengan keinginan Zionis Israel,” kata Al Hayya dalam khutbah Idul Fitri di lapangan As Saraya di Gaza, Ahad (25/6), dikutip dari Shehab News Agency.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan untuk membela Masjidil Aqsha.

Masih dalam khutbahnya, Al-Hayya menolak keras label ‘terorisme’ yang disematkan kepada Hamas.

“Perlawanan kami, sangat jelas bukan terorisme, melainkan hak seluruh rakyat Palestina untuk melaksanakan perlawanan atas penjajahan,” tegas Al Hayya.
Kemudian ia juga menjelaskan bahwa dalam menghadapi blokade atas Gaza, Hamas percaya kepada janji Mesir yang berkomitmen untuk menyudahi blokade melalui pembukaan pelintasan Rafah secara teratur serta jalur perdagangan agar mempermudah lalu lintas perdagangan dari dan ke Gaza.

“Kami menemukan gerbang yang terbuka lebar pada saudara kami rakyat Mesir. Dan kami percaya bahwa janji Mesir untuk menghapuskan blokade akan ditepati,” tuturnya.

Al-Hayya juga menyampaikan pesan kepada para tawanan Palestina di penjara-penjara Zionis, “Brigade Izzuddin Al-Qassam mampu untuk membebaskan kalian.”

Di sela-sela khutbahnya, Al-Hayya menyampaikan apresiasi kepada Turki, Mesir, Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan lainnya atas dukungan kepada Gaza. (JarotS/IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU