KBRI Belum Bisa Komunikasi dengan Siti Aisyah

0
54
Siti Aisyah sesaat setelah penangkapan oleh Kepolisian Diraja Malaysia.(Foto: tribunnews.com)

KUALA LUMPUR – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur hingga Jumat belum bisa bertemu dengan Siti Aishah. Siti adalah WNI yang diduga membunuh Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin tertinggi  Korea Utara Kim Jong Un.

“Kalau komunikasi dengan yang bersangkutan belum. Kami masih menunggu kepastian dari pihak Malaysia. Kita kemarin sudah ajukan langsung ke Kementerian Luar Negeri untuk memperoleh akses konsuler dan kepolisian setempat tetapi belum ada jawaban dari pemerintah Malaysia,” ujar Wakil Dubes KBRI Kuala Lumpur, Andreano Erwin di Kuala Lumpur, Jumat (17/2), dengan didampingi Ketua Satgas Perlindungan WNI Yusron B Ambary.

Andreano menegaskan, kalau bertemu langsung belum sedangkan menurut informasi yang bersangkutan ditahan di Kepolisian Sepang. “Jadi kalau bertemu langsung belum. Kalau melihat dari liputannya. Kita juga melihat dari media. Sekarang ada di tahanan polisi daerah Sepang yang berdekatan dengan Kuala Lumpur International Airport 2 tempat lokasi kejadian,” katanya.

Dia mengatakan, kalau komunikasi ada tetapi pihaknya masih dalam rangka membuka akses bertemu Siti Aishah.”Belum bisa dipenuhi mereka. Mungkin mereka juga perlu waktu untuk koordinasi,” katanya.

Andreano menegaskan, pihaknya langsung bereaksi begitu peristiwa itu selesai diumumkan Kepolisian Malaysia. “Usai press release Satgas Perlindungan WNI langsung bereaksi dengan menghubungi Kemenlu untuk membuka akses konsuler agar bisa segera dipertemukan. Tujuannya agar dia bisa terpenuhi hak-hak hukumnya. Baru dijawab mereka sore dan kami masih menunggu dari pihak Malaysia,” katanya.

Dia menegaskan, Siti Aishah tidak terdaftar sebagai tenaga kerja yang resmi karena tidak ada datanya di KBRI. “Dalam waktu tidak terlalu lama kami akan diberi kesempatan untuk menjenguk yang bersangkutan. Jadi kami ingin bertemu untuk memastikan hak-haknya.

Andreano menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi hukum di Malaysia. Namun dirinya ingin memastikan hak-hak hukum dari Siti Aishah.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...