Jenazah Kim Jong-Nam Dijaga Ketat

44
Polisi berjaga di kamar mayat Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur, tempat jenazah Kim Jong Nam diotopsi.

KUALA LUMPUR – Aparat keamanan Malaysia pada Selasa (21/2) menjaga ketat rumah sakit tempat jenazah Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara yang dibunuh. Penjagaan ketat ini terjadi di tengah-tengah  laporan kedatangan anaknya ke Kuala Lumpur untuk mengambil jasadnya.

Konvoi empat kendaraan tanpa tanda memasuki kompleks rumah sakit dini hari, dengan sekitar 30 anggota pasukan khusus Malaysia mengamankan daerah tersebut sebelum mereka semua meninggalkan rumah sakit pada pagi hari. Sebuah van polisi berwarna putih terlihat meninggalkan rumah sakit pukul 04.00 waktu setempat menurut seorang wartawan AFP.

Jenazah Kim Jong Nam yang dibunuh Senin pekan lalu di Bandara Kuala Lumpur, menjadi pusat perselisihan diplomatik antara Pyongyang dan Malaysia, setelah Korea Utara berkukuh meminta jenazah dipulangkan dan keberatan dengan proses autopsi. Namun Malaysia menolak permintaan tersebut. Pemerintah Malaysia menyatakan, jenazah itu harus tetap ditaruh di kamar mayat sampai anggota keluarga datang dan sampel DNA-nya diidentifikasi.

Pada Senin (21/2) malam, anak lelaki Jong-Nam, Kim Han-Sol, dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur dari Makau. Demikian menurut media setempat dan sumber-sumber intelijen.

Utusan Pyongyang untuk Kuala Lumpur pada Senin menolak permintaan DNA dan menyebutnya mustahil. Mereka menyatakan kedutaan besar punya hak untuk meminta jenazah pemegang paspor diplomatik.

Duta Besar Korea Utara di Malaysia Kang Chol juga mengkritik penyelidikan pembunuhan itu dan menyebutnya bermotif politik. Dia menuduh Malaysia berkonspirasi dengan Korea Selatan sejak awal untuk menjebak Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan, tuduhan tersebut sangat menghina. “Itu didasarkan pada delusi, kebohongan, dan separuh kebenaran,” kata menlu Malaysia. Malaysia sebelumnya menarik duta besarnya untuk Pyongyang dan memanggil Kang untuk meminta penjelasan mengenai pernyataannya.

Jong-Nam adalah anak pertama yang diperkirakan menjadi penerus alami ayahnya, Kim Jong-Il, yang ketika itu memimpin Korea Utara. Namun setelah kematian Jong-Il tahun 2011 tampuk kekuasaan diserahkan kepada Kim Jong-Un, anaknya dari pernikahan ketiga.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama